News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

Jika Jokowi-Ma'ruf Menang, TKN Sebut Gerindra Bisa Dirangkul ke Pemerintahan

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, menyampaikan visi misi di debat pertama Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Maruarar Sirait tidak menutup kemungkinan Partai Gerindra di rangkul jika paslon 01 Jokowi-Ma'ruf menang Pilpres 2019.

"Bukan tidak mungkin ini pandangan saya pribadi ya, tentu keyakinan kami menang, Gerindra bisa saja masuk ke dalam pemerintahan," kata Maruarar saat ditemui di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (11/3/2019).

Tapi menurutnya, pernyataan demikian adalah murni pandangan pribadi dan bukan mewakili partai PDI-P ataupun koalisi Indonesia Kerja.

Joko Widodo dan Prabowo Subianto adalah dua sosok yang punya elektabilitas paling tinggi sedari dulu hingga sekarang.

"Sampai sekarang memang hanya 2 orang yang mempunyai elektabilitas paling tinggi yakni Jokowi dan Prabowo dan itu tercermin di DPR, dan dinamika Pilkada," katanya.

Baca: Konser ‘Tribute to Ahmad Dhani’ Ditunda, Ini Reaksi Tim Prabowo-Sandi

Sementara dari segi elektabilitas dan kepercayaan publik, serta kajian cermat dan objektif, Jokowi-Prabowo adalah sosok yang paling dipercaya publik.

"Kalau kita mengkaji dengan cermat dan objektif mengakui memang politik Indonesia hari ini dari segi elektabilitas dan kepercayaan publik memang yang paling dipercaya Jokowi dan Prabowo," ujar Maruarar.

Oleh karenanya, Maruarar berpandangan pribadi bahwa dua tokoh yang menempati puncak elektabilitas itu, bisa saja bersatu dalam satu pemerintahan yang sah di masa depan.

Sebab menurutnya Indonesia adalah negara besar yang menghargai satu sama lain.

"Kalau memang bisa bersatu, bisa saja bersatu dalam satu pemerintah," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini