News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

Hasil Survei Kompas: Elektabilitas Jokowi Anjlok, Timses Bantah Tidak Maksimal

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bakal Calon Presiden Joko Widodo bersama Bakal Calon Wakil Presiden Maruf Amin saat memberikan sambutan seusai acara rapat pleno penetapan nomor urut Capres dan Cawapres di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Jumat (21/9/2018). Jokowi dan Maruf Amin mendapatkan nomor urut 1 dan Probowo Sandi nomor urut 2. Tribunnews/Jeprima

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil survei Litbang Kompas

memperlihatkan suara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin anjlok. Persaingan memenangi Pemilihan Presiden 2019 makin ketat.

Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tim Kampanye Daerah (TKD) membantah tidak bekerja maksimal memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

Survei Litbang Kompas menunjukkan suara Jokowi-Ma'ruf dari Oktober 2018 hingga Maret 2019 menurun. Dari 52,6% ke 49,2%.

"TKN dan TKD telah bekerja secara maksimal," ujar Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily membantah tim kampanye Jokowi-Ma'ruf tidak bekerja maksimal saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (20/3/2019).

Survei Litbang Kompas sebagai pelecut TKN dan TKD bekerja lebih keras memanfaatkan sisa waktu kampanye Pemilihan Presiden 2019.

Kubu Jokowi-Ma'ruf akan memanfaatkan momentum rapat umum atau kampanye terbuka pada 24 Maret 2019-13 April 2019.

"Kami akan memanfaatkan rapat umum ini untuk menaikan elektabilitas secara maksimal," tutur Ace.

Baca: Tiga Penyebab Elektabilitas Prabowo-Sandiaga Naik Menurut Litbang Kompas

Ace menilai penurunan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dari Oktober 2018 ke Maret 2019 karena melalui proses yang dinamis.

Dan dianggap sesuatu yang biasa. Survei Litbang Kompas, kata Ace, belum memotret hasil debat ketiga antar calon wakil presiden, Ma'ruf dan Sandiaga Uno.

"Kami sangat yakin bahwa angka kami akan naik secara signifikan," imbuh Ace.

Hasil ekstrapolasi survei Litbang Kompas memperlihatkan pasangan Jokowi-Ma'ruf meraih elektabilitas 56,8% sementara Prabowo Subianto-Sandiaga 43,2%.

"Bukan suatu yang mudah dengan sisa waktu yang hanya sebulan dapat mengejar hingga selisih 13,6% ini," tutur Ace.

Hasil survei Litbang Kompas menunjukkan jarak keterpilihan yang semakin sempit antara Jokowi-Ma'ruf dan pasangan Prabowo-Sandi.

Tren suara pasangan calon nomor urut 01 mengalami penurunan. Berbanding terbalik dengan pasangan calon nomor urut 02 yang mengalami kenaikan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini