News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

Prabowo Subianto Tegaskan Pancasila Harus Masuk dalam Kurikulum Pendidikan

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar kampanye terbuka di Stadion Sodolig, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (28/3/2019). Kampanye yang dihadiri ribuan pendukungnya itu, juga hadir sejumlah petinggi partai koalisi pengusung Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, diantaranya Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Presiden PKS Sohibul Iman, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk menanamkan Pancasila ke dalam generasi penerus, Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menegaskan Pancasila harus masuk ke dalam ruang-ruang edukasi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo menangapi pertanyaan panelis dalam debat keempat Pilpres terkait tema ideologi.

"Kita harus memasukkan Pancasila ke dalam pendidikan-pendidikan dari kecil, dari awal dari usia dini di taman kanak-kanak SD, SMP, SMA harus dimasukkan dalam edukasi bukan indoktrinasi," ungkap Prabowo di Hotel Shanri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019).

Dengan begitu, kata Prabowo, generasi penerus akan mengetahui bagaimana negara Indonesia dibentuk oleh founding fathers yang dipersatukan oleh Pancasila.

Baca: Jokowi Sebut Indonesia Perlu Pemerintahan Dilan, Digital Melayani

Baca: Prabowo Sebut Pendukung Jokowi Ada yang Menuduh Dirinya Membela Khilafah dan Akan Ubah Pancasila

"Jadi generasi penerus harus mengerti dari mana datangnya Republik Indonesia," jelasnya.

Kemudian Prabowo mencontohkan edukasi Pancasila dalam menghadapi Pemilu 2019.

"Contoh masalah edukasi ini dalam pemilu, dalam menjalankan politik harus politik persatuan bukan politik pecah belah bukan politik cari kesalahan bukan cari perbedaan," tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini