News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

Beritakan Miring Acara Kampanye Terbuka di Padang, BPN Adukan Metro TV ke Dewan Pers

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ribuan warga memadati acara kampanye terbuka Capres Prabowo Subianto di Kota Padang, Selasa (3/4/2019).

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kubu Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berencana melaporkan salah satu stasiun televisi swasta yakni Metro TV ke Dewan Pers.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan pelaporan tersebut karena pemberitaan stasiun televisi swasta tersebut merugikan pasangan Prabowo-Sandi.

Andre mengatakan, Metro TV menyiarkan kampanye terbuka Prabowo di Padang dengan judul 'Prabowo ditinggal pendukungnya saat orasi di Padang'.

Andre menegaskan, berita tersebut tidak benar dan cenderung dibuat secara sengaja. Padahal, semua bukti menunjukkan acara kampanye Prabowo Subianto di Padang sangat ramai.

"Seratus ribu ribu orang Padang dan Sumbar hadir dalam acara kampanye Pak Prabowo kemarin, bisa dilihat dalam foto dan video yang menyebar. Tapi kenapa Metro TV tutup mata, apa takut dengan dukungan masyarakat Minang? Jumat saya laporkan Metro TV ke Dewan Pers," kata Andre, Rabu (3/4/2019).

Ribuan warga memadati acara kampanye terbuka Capres Prabowo Subianto di Kota Padang, Selasa (3/4/2019).

Andre yang hadir mendampingi Prabowo selama kampanye di Padang merasa sangat kecewa. Terlebih, banyak warga Sumatera Barat yang menghubunginya karena tidak terima atas berita hoaks yang disiarkan Metro TV.

"Dari semalam sampai sekarang banyak orang Padang dan sekitarnya kirim pesan ke saya, itu bagaimana bisa Metro TV menyiarkan berita tidak berdasarkan fakta," kata Andre.

Baca: Pesan Prabowo dari Padang: Jaga TPS dari Kecurangan, Jangan Sampai Hantu dan Orang Mati Ikut Milih

Baca: Maruf Klaim Unggul Suara di Jawa Barat dan Sama Kuat di Sukabumi

Anggota Badan Komunikasi Gerindra itu menambahkan, sebagai pers seharusnya Metro TV bersikap objektif agar tidak mendapat hukuman sosial dari masyarakat. Selain itu, kode etik jurnalistik juga mewajibkan setiap media massa agar memberitakan peristiwa secara proporsional.

"Jelas apa yang dilakukan Metro TV ini berhadapan langsung dengan kekecewaan masyarakat dan mereka berhadapan langsung dengan masyarakat, ini yang mengkhawatirkan" tegas Andre Rosiade.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini