TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG SELATAN – Bayangan membangun resor mewah di pelosok Indonesia yang memakan waktu bertahun-tahun kini mulai bergeser.
Dalam ajang ARCH:ID 2026 di ICE BSD City (23–26 April), Viro memperkenalkan ViroFab, sebuah sistem bangunan modular prefabrikasi (luxury prefab) yang diklaim mampu memangkas waktu konstruksi tanpa mengorbankan estetika kelas atas.
Melalui brand barunya ini, Viro yang dikenal selama puluhan tahun sebagai penyedia material spesialis, kini bertransformasi menjadi pemain di industri konstruksi modular premium.
Sebagai pembuktian, mereka memamerkan TenuNyaman, sebuah pilot project dari kategori Virocroft (kelas bungalow) yang bisa dirasakan langsung oleh pengunjung.
Bagi pengembang properti di destinasi seperti Labuan Bajo, Sumba, atau Lombok, logistik dan kualitas tukang lokal sering menjadi hambatan utama.
Virocroft hadir menjawab celah tersebut dengan sistem light gauge steel framing yang tahan korosi dan gempa.
"Ini adalah langkah logis bagi kami. Setelah puluhan tahun menguasai material konstruksi, kami membawa disiplin tersebut ke dalam sistem bangunan yang terintegrasi dan presisi," ujar Johan Yang, Executive Vice President PT Polymindo Permata.
Produk Virocroft sendiri dirancang khusus untuk pengaturan resor tropis dengan luas hingga 200 m⊃2;.
Keunggulannya terletak pada tiga kepastian: kualitas yang dikontrol ketat di pabrik, anggaran yang transparan tanpa biaya tak terduga, dan waktu pengerjaan yang jauh lebih cepat karena 70–90 persen prosesnya dilakukan di pabrik.
Baca juga: Transplantasi Terumbu Karang dan Budidaya Kepiting Bakau Angkat Ekonomi Lokal Labuan Bajo
Selama ini, bangunan prefabrikasi sering dianggap sebagai bangunan sementara atau bedeng.
Namun, melalui kolaborasi dengan firma arsitektur Grain and Green serta mitra strategis seperti Kohler, Häfele, dan Aica, Viro ingin membuktikan bahwa teknologi prefab bisa menghasilkan hunian mewah (luxury).
"TenuNyaman bukan sekadar konsep eksperimental. Ini adalah representasi nyata bahwa sistem modular bisa menghadirkan desain eksklusif yang setara, bahkan melampaui konstruksi konvensional," tambah Johan.
Peta Jalan Masa Depan
Ambisi Viro tidak berhenti di bungalow. Perusahaan telah menyiapkan peta jalan (roadmap) yang lebih besar:
- Viroalta: Villa dua lantai (300–500 m⊃2;) yang dijadwalkan meluncur di Bali pada Agustus 2026.
- Virolux: Hunian mewah hingga empat lantai dengan luas di atas 500 m⊃2;.
Selain pameran di ARCH:ID 2026, Viro juga tengah menyiapkan showroom permanen di Open Door, Alam Sutera, yang ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini.
Dengan pendekatan mass customization, para arsitek kini memiliki fleksibilitas lebih untuk mendesain bangunan premium yang efisien namun tetap memiliki karakter visual yang kuat.
Baca tanpa iklan