News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemudik Pun Perlu Kenyamanan

Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga mulai memenuhi Stasiun Kota Jakarta, untuk mudik lebaran.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak Jumat (3/9/2010) kemarin, arus mudik dinyatakan dimulai, pasalnya kemarin itu bertepatan dengan seminggu menjelang hari Idul Fitri. Pagi ini,Sabtu (4/9/2010), di terminal bis Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) hal tersebut jelas dapat terlihat. Puluhan mobil beraneka jenis, hilir mudik membawa penumpang datang dan pergi dari terminal tersebut.

Meningkatnya aktivitas di terminal tersebut, otomatis kenyamananpun makin berkurang. Mulai dari potensi kejahatan yang meningkat, hingga ketertiban terminal yang berkurang.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, sejak melangkahkan kaki ke dalam area terminal AKAP, para pemudik sudah diserbu oleh sejumlah "calo resmi" dari perusahaan bis terkait. Mulai dari menanyakan tujuan perjalanan, hingga mengikuti sang pemudik itu hingga titik tertentu.

Salah seorang yang kedapatan didatangi para calo resmi itu, Reno, mengaku bahwa hal itu cukup membuat tidak nyaman. Pasalnya dalam satu kali kesempatan, bisa saja lebih dari satu orang "calo resmi" menawarkan jasanya.

"Walaupun berusaha membantu, kitakan butuh kenyamanan juga," tuturnya. Selain meningkatnya jumlah "calo resmi," pengemis dan pedagang pun jumlahnya mengalami peningkatan. Walaupun demikian, bukan berarti pihak menejemen stasiun tidak melakukan apapun untuk mengantisipasi ketidak nyamanan para pemudik.

Pagi ini, seorang laki-laki uzur yang mengidap kaki Gajah dikakinya pun diusir keluar dari terminal. Walaupun ia sudah sejak lama setiap hari berkeliaran di terminal itu.

Menurut salah seorang petugas keamanan stasiun yang ikut, Eko Saputro, orang-orang seperti pengemis tua itu tentunya dapat mengurangi kenyamanan para pemudik. Padahal dalam waktu dekat jumlahnya diprediksi akan melonjak drastis."Kasian juga sih, tapi ya mau gimana," tutur Eko berempati kepada pengemis tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini