TRIBUNNEWS.COM - Tradisi mudik atau pulang kampung menjelang Idul Fitri menjadi fenomena tahunan yang sangat melekat di Indonesia.
Di Indonesia, mudik identik dengan Idul Fitri. Tradisi ini tidak hanya soal perjalanan, tetapi juga menjadi momen mempererat hubungan keluarga, ziarah, hingga berbagi rezeki.
Arus mudik biasanya memicu lonjakan besar pada transportasi darat, laut, dan udara, serta kemacetan panjang di jalur utama.
Hal tersebut karena jutaan masyarakat berbondong-bondong kembali ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
Kementerian Perhubungan memperkirakan potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,91 juta orang atau 50,60 persen dari total populasi.
Meski sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya, angka ini tetap menunjukkan bahwa mudik menjadi salah satu mobilitas terbesar di dunia.
Negara yang Punya Tradisi “Mudik” saat Hari Besar
Namun, tradisi serupa ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia.
Sejumlah negara di berbagai belahan dunia juga memiliki budaya “pulang kampung” dalam skala besar saat momen keagamaan atau festival penting.
Berikut daftar negara yang emiliki budaya “pulang kampung” dalam skala besar sebagaimana dikutip dari sejumlah sumber.
China
Melansir dari Global Komunika, China memiliki tradisi mudik dikenal dengan istilah Chunyun, yang terjadi saat Tahun Baru Imlek.
Periode ini disebut sebagai migrasi manusia terbesar di dunia, dengan ratusan juta orang melakukan perjalanan pulang kampung.
Chunyun berlangsung sekitar 40 hari, dan pemerintah meningkatkan kapasitas transportasi secara besar-besaran untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
Baca juga: Daftar Kecelakaan Kendaraan Akibat Jalan Berlubang saat Arus Mudik Lebaran 2026
India
Di India, tradisi pulang kampung terjadi saat festival besar seperti Diwali, Holi, dan Durga Puja.
Baca tanpa iklan