News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mudik Lebaran 2026

Tak Hanya Indonesia, Ini Daftar Negara yang Punya Tradisi Mudik

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Yurika NendriNovianingsih
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mayoritas perjalanan di Amerika Serikat dilakukan menggunakan mobil pribadi, mengingat luasnya jaringan jalan raya antar negara bagian.

Selain itu, transportasi udara juga mengalami lonjakan signifikan, dengan bandara-bandara utama dipadati penumpang.

Kondisi ini kerap memicu kemacetan panjang di jalan tol serta antrean di bandara, terutama menjelang puncak liburan.

Vietnam

Sementara itu, di Vietnam, fenomena serupa terjadi saat perayaan Tết Nguyên Đán atau Tahun Baru Imlek.

Momen ini menjadi periode migrasi terbesar dalam setahun, ketika jutaan pekerja di kota besar pulang ke kampung halaman.

Kota-kota seperti Hanoi dan Ho Chi Minh City mengalami eksodus besar-besaran yang menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi sementara di pusat kota.

Tingginya permintaan perjalanan membuat tiket transportasi baik kereta, bus, maupun pesawat habis jauh hari sebelum perayaan.

Sistem transportasi nasional sering kali berada di bawah tekanan akibat lonjakan penumpang, bahkan tidak jarang terjadi kepadatan ekstrem di terminal dan stasiun.

Turki

Fenomena mudik juga terlihat di Turki, khususnya saat perayaan Ramazan Bayramı (Idul Fitri) dan Kurban Bayramı (Idul Adha).

Warga dari kota besar seperti Istanbul dan Ankara berbondong-bondong kembali ke daerah asal, baik desa maupun kota kecil.

Lonjakan perjalanan ini berdampak langsung pada kepadatan lalu lintas di jalan tol utama serta peningkatan jumlah penumpang di terminal bus dan bandara.

Kemacetan panjang menjadi pemandangan rutin setiap musim liburan, mendorong pemerintah setempat untuk menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan.

Secara umum, fenomena perjalanan massal ini menunjukkan kesamaan pola di berbagai negara meningkatnya mobilitas dalam waktu singkat, tekanan pada infrastruktur transportasi, serta kuatnya nilai budaya yang mendorong masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga.

Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya, tetapi juga mencerminkan pentingnya hubungan sosial di tengah kehidupan modern.

(Tribunnews.com / Namira)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini