News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2017

Banyak Makan Agar Puasanya Kuat Ternyata Salah, Ini Kata Ahli Gizi

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi makanan sahur

TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG - Puasa secara agama merupakan kewajiban bagi umat Islam.

Dari sisi kesehatan, tubuh tetap bisa mengalami proses detoksifikasi (penetralan dan pembuangan racun) saat berpuasa.

Karenanya, seseorang yang berpuasa perlu mencermati asupan dan pola makan sepanjang Ramadan.

Menurut ahli gizi, Rita Ramayulis, dalam keadaan normal, organ hati mengemban tugas untuk detoksifikasi tubuh.

Namun, secara alami, puasa bisa membantu proses detoksifikasi.

"Sadar atau tidak, kadang kita lepas kontrol mengonsumsi makanan. Sehingga, butuh detoksifikasi lagi yang disengaja. Artinya, dikondisikan. Puasa salah satu bentuk upaya dari detoksifikasi," katanya, akhir pekan lalu.

Saat buka puasa dan sahur papar Rita, bukan berarti seseorang boleh makan sebanyak-banyaknya agar kuat puasa.

Kesempatan makan saat berpuasa, menurut dia, menjadi lebih sempit daripada saat tidak berpuasa.

"Kebutuhan energi juga sedikit karena kerja organ tubuh menjadi lebih lambat. Jadi, salah kalau kemudian kita makan lebih banyak supaya bisa bertahan puasanya," ujar Rita.

Ia menilai, puasa bisa dikatakan berhasil jika berat badan menjadi ideal, profil lipida darah atau kadar lemak darah membaik, serta kadar glukosa darah dan tekanan darah stabil.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini