TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti umat Islam.
Menjelang datangnya bulan suci, salah satu informasi yang paling dicari adalah jadwal imsakiyah.
Jadwal ini menjadi panduan harian selama puasa, mulai dari waktu imsak, Subuh sebagai tanda mulai berpuasa, hingga Magrib sebagai waktu berbuka.
Jadwal imsakiyah adalah panduan waktu ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Fungsinya membantu umat Islam menyiapkan sahur tepat waktu dan berbuka sesuai ketentuan.
Penyusunannya menggunakan data astronomi posisi matahari dan bulan, dikombinasikan dengan parameter sudut ketinggian matahari untuk penentuan waktu salat.
Setiap tahun, jadwal ini diterbitkan menjelang Ramadan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dan Muhammadiyah.
Kemudian jadwal ini disesuaikan dengan zona wilayah.
Karena berbasis lokasi, masyarakat dianjurkan mengunduh jadwal sesuai kota tempat tinggalnya.
Namun, hingga saat ini, pemerintah melalui Kementerian Agama belum menetapkan secara resmi tanggal 1 Ramadan 1447 H.
Penentuan awal bulan akan dilakukan melalui pemantauan hilal dan sidang isbat.
Baca juga: Prediksi Rukyat Hilal Ramadan BMKG Selasa–Rabu 17 dan 18 Februari 2026 di 37 Titik Pengamatan
Rukyatul hilal dijadwalkan berlangsung pada 17 Februari 2026 di 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia.
Hasil observasi tersebut, kemudian dibahas dalam sidang isbat yang digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor pusat Kemenag di Jakarta.
Sidang ini melibatkan banyak unsur, di antaranya, perwakilan Majelis Ulama Indonesia, ahli dari BMKG, tim astronomi dari BRIN, pakar falak dan observatorium seperti Bosscha ITB, perwakilan ormas Islam dan lembaga peradilan agama, dikutip dari kemenag.go.id.
Menurut Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad, sidang isbat menjadi forum penggabungan data hisab (perhitungan) dan rukyat (pengamatan langsung). Pemerintah menekankan prinsip ilmiah, keterbukaan, dan kebersamaan dalam menetapkan awal Ramadan.
Baca tanpa iklan