Ringkasan Berita:
- Meski bulan Ramadhan menjadi bulan yang dinanti-nanti, tak banyak yang merasa khawatir dengan datangnya bulan suci tersebut.
- Mereka adalah orang-orang yang memiliki penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
- Dosen senior Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, K.R.T. dr. H. Wikan Basworo, Sp.FM(K)., M.Sc., memberikan tips bagi penderita GERD yang ingin berpuasa di bulan Ramadhan.
TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadhan menjadi bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat Muslim di dunia, terutama Indonesia.
Namun, tak sedikit orang yang merasa khawatir karena memiliki penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Lantas, bagaimana cara bagi penderita GERD yang ingin tetap berpuasa selama bulan Ramadhan?
Pakar patologi forensik sekaligus dosen senior di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM, K.R.T. dr. H. Wikan Basworo, Sp.FM(K)., M.Sc., memberikan penjelasan bagaimana cara penderita GERD tetap dapat berpuasa selama bulan Ramadhan.
Apa Itu GERD?
Menurut dr. Wikan, GERD adalah kondisi medis yang terjadi akibat adanya gangguan pada katup atau klep di bagian atas lambung.
Secara normal, klep ini berfungsi sebagai pintu satu arah yang menutup rapat setelah makanan masuk agar tidak kembali ke kerongkongan.
"Pada kondisi GERD, klep ini sudah tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, makanan atau cairan asam lambung membalik alirannya naik ke atas melewati dinding esofagus hingga ke tenggorokan," jelas dr. Wikan saat ditemui Tribunnews.com, Selasa (17/2/2026).
Asam lambung, lanjutnya, memiliki sifat korosif yang sangat kuat karena berfungsi menghancurkan makanan secara kimiawi.
Jika cairan ini naik ke jaringan lunak, maka akan terjadi erosi.
Dalam tingkat yang parah, asam lambung bahkan bisa mencapai rongga mulut dan merusak gigi hingga keropos.
Baca juga: Hukum Puasa Ramadhan bagi Penderita GERD: Menjaga Kesehatan Jiwa Lebih Utama
Dr. Wikan menyebutkan beberapa kelompok masyarakat yang memiliki predisposisi atau kecenderungan lebih tinggi terkena GERD.
Pertama adalah orang yang gemar makan dalam porsi yang terlalu besar.
Kemudian kelompok lanjut usia yang fungsi tubuhnya mulai menurun.
Terakhir, kebiasaan mengonsumsi makanan pedas dan minuman beralkohol secara berlebihan.
Menurut dr. Wikan, kondisi ini menjadi krusial saat bulan Ramadhan, karena perubahan pola makan dan aktivitas lambung selama berpuasa.
Pemahaman mengenai cara kerja lambung — yang menghancurkan makanan secara mekanik (gerakan memompa) dan kimiawi (asam lambung) — menjadi kunci agar masyarakat lebih waspada dalam menjaga kesehatan pencernaan mereka.
Hindari Pemicu GERD saat Puasa
Menurut dr. Wikan, kunci utama mencegah GERD saat puasa adalah disiplin terhadap pola makan dan aktivitas pasca-makan.
Ia menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan pedas, asam, dan makanan yang mengandung gas tinggi saat sahur maupun berbuka.
Selain itu, dr. Wikan menekankan bahwa kebiasaan berbaring setelah makan sahur juga menjadi pemicu utama GERD.
"Berikan jeda minimal satu hingga dua jam agar proses pencernaan mekanik di lambung selesai sebelum tubuh dalam posisi rebahan," ucapnya.
Baca juga: Jangan Anggap Sepele GERD Pada Anak: Ganggu Asupan Nutrisi, Esofagus Rusak
Setelah makan, ungkap dr. Wikan, lakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki atau duduk tegak untuk membantu gravitasi menjaga makanan tetap di dasar lambung.
Jika asam lambung sudah terlanjur naik, dr. Wikan memberikan langkah-langkah darurat untuk meredakan rasa tidak nyaman:
1. Minum Air Putih
Air putih berfungsi untuk membilas atau mengencerkan asam lambung yang naik ke esofagus.
2. Konsumsi Obat
Jika gejala menetap, penggunaan obat penurun asam lambung sangat dianjurkan untuk menetralkan korosivitas cairan lambung.
3. Atur Posisi Tidur
Gunakan bantal yang lebih tinggi sehingga posisi kepala dan kerongkongan berada di atas lambung untuk mencegah aliran balik asam saat beristirahat.
Puasa sebagai "Terapi" Lambung
Menariknya, dr. Wikan menegaskan bahwa puasa sebenarnya bisa menjadi terapi bagi penderita gangguan lambung, asalkan dikelola dengan benar.
Dengan berpuasa, lambung memiliki waktu istirahat yang teratur dan beban kerja klep lambung menjadi lebih terkontrol dibandingkan saat makan tidak teratur di luar bulan Ramadhan.
"Untuk penderita GERD yang ingin puasa, tipsnya adalah jangan makan langsung banyak saat berbuka."
"Makanlah sedikit-sedikit, dikunyah perlahan, dan hindari makanan yang merangsang asam lambung seperti yang terlalu berlemak atau pedas."
"Kalau ini dijaga, puasa justru akan menjadi obat," jelasnya.
Ia menekankan bahwa kunci utama kesembuhan GERD bukan hanya pada obat, melainkan pada kedisiplinan menjaga pola hidup.
"Puasa itu sebenarnya menyehatkan lambung karena memberikan jadwal istirahat yang teratur bagi organ pencernaan kita, asalkan kita disiplin saat waktu makan tiba," tutup dr. Wikan.
(Tribunnews.com/Whiesa)
Baca tanpa iklan