Ringkasan Berita:
- Berbuka puasa bukan sekadar makan dan minum, tetapi dianjurkan diawali dengan doa sebagai bentuk syukur dan permohonan ampun kepada Allah Swt.
- Doa berbuka puasa memiliki berbagai versi, namun intinya adalah ungkapan syukur, tawakal, dan penguatan hubungan spiritual dengan Allah.
- Selain membaca doa, umat Muslim dianjurkan menyegerakan berbuka, mengonsumsi kurma atau air, serta berbagi makanan kepada sesama agar Ramadan semakin berkah.
TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan adalah bulan suci yang mewajibkan umat Muslim berpuasa, mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt.
Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, saat Maghrib tiba umat Muslim diperbolehkan makan dan minum.
Inilah yang disebut berbuka puasa atau iftar dalam bahasa Arab.
Namun, berbuka puasa bukan sekadar aktivitas makan dan minum.
Ada amalan sunnah sebelum berbuka puasa yang dianjurkan untuk dilakukan agar ibadah semakin sempurna dan penuh keberkahan.
Bacaan Doa Berbuka Puasa
Sebelum berbuka, umat Muslim disunnahkan untuk melafalkan doa khusus, yaitu doa berbuka puasa.
Dalam tradisi Islam, berdoa adalah momen sakral untuk berkomunikasi dengan Allah Swt.
Melalui doa berbuka puasa, kita diingatkan akan pentingnya bersyukur atas segala karunia yang telah diberikan sepanjang hidup.
Dengan membaca doa berbuka, seorang Muslim diarahkan untuk tetap berserah diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah.
Dari sinilah lahir nilai-nilai kesabaran, pengendalian diri, serta rasa syukur yang penting dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: 4 Doa Buka Puasa Selain Allahumma Laka Shumtu
Doa berbuka puasa memiliki bentuk dan variasi yang beragam, namun inti maknanya tetap sama, yakni sebagai ungkapan syukur dan permohonan ampun kepada Allah Swt.
Salah satu doa yang sering dilafalkan adalah:
Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa'ala rizq-ika-aftartu.
Doa ini berarti: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.
Doa buka puasa tersebut berdasarkan riwayat Abu Daud dari Mu'adz bin Zahrah yang bercerita, Rasulullah pernah berdoa saat berbuka puasa.
Di masyarakat, doa buka puasa ini ada tambahannya dan ini tidak masalah.
Sebab lagi, doa tidak terbatas pada riwayat. Umat Islam dibebaskan mengekspresikan doa selama itu baik.
Tambahan tersebut yakni:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Lafal latin: Allahummalakashumtu wabika aamantu wa'alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin.
Artinya: "Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka."
Mengamalkan doa tersebut merupakan salah satu tahap untuk menyempurnakan ibadah puasa.
Membacanya dengan khusyuk akan membantu memahami makna setiap kata yang diucapkan.
Baca juga: Mengapa Berbuka Puasa Harus dengan Makanan Manis? Ini Penjelasan Medisnya
Amalan Sunnah Saat Berbuka Puasa
Dikutip dari Baznas Yogyakarta, selain membaca doa berbuka puasa, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan saat berbuka puasa:
1. Memperbanyak Doa Menjelang Berbuka
Waktu menjelang berbuka puasa termasuk salah satu waktu mustajab untuk berdoa.
Dalam sebuah hadist disebutkan: "Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang dizalimi." (HR. At Tirmidzi no. 3598).
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan waktu beberapa menit sebelum azan Maghrib dengan memperbanyak doa, memohon ampunan, kesehatan, rezeki, serta keberkahan hidup. Doa bisa dipanjatkan untuk diri sendiri, keluarga, maupun seluruh umat Muslim.
2. Menyegerakan Berbuka Puasa
Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib telah tiba. Rasulullah SAW bersabda bahwa umatnya akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.
Menyegerakan berbuka menunjukkan ketaatan terhadap perintah Allah SWT dan mengikuti sunnah Rasul. Namun, tetap pastikan waktu berbuka sudah benar-benar masuk sesuai jadwal setempat.
3. Berbuka dengan Kurma atau Air
Disunnahkan berbuka dengan makanan yang manis, terutama kurma. Jika tidak tersedia, bisa dengan air putih. Kurma mengandung gula alami yang cepat mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa.
Kebiasaan ini juga dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang berbuka dengan beberapa butir kurma sebelum melaksanakan salat Maghrib. Selain menyehatkan, cara ini juga membantu tubuh beradaptasi sebelum mengonsumsi makanan utama.
4. Berbuka sebelum Melaksanakan Salat Maghrib
Berbuka puasa dengan makanan ringan terlebih dahulu sebelum menunaikan salat Maghrib adalah praktik yang sangat dianjurkan (sunnah) dan sehat secara medis untuk mengembalikan energi tubuh secara bertahap.
Nabi Muhammad SAW mencontohkan untuk berbuka dengan kurma basah (rutab), kurma kering (tamr), atau meminum air putih sebelum melakukan salat Maghrib.
5. Memberi Makan Orang yang Berpuasa
Amalan sunnah lainnya yang sangat dianjurkan adalah memberi makan orang yang berpuasa. Pahalanya disebutkan setara dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.
"Siapa yang memberi makan orang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga." (HR. At Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192).
Memberikan takjil sederhana seperti air minum atau kurma sudah termasuk dalam amalan mulia ini. Selain mendapat pahala, amalan ini juga mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa kepedulian sosial.
(Tribunnews.com/Latifah)
Baca tanpa iklan