TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan menjadi momen bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa, dengan menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.
Agar tubuh tetap bugar dan berenergi sepanjang hari, pemilihan menu sahur dan berbuka puasa sangat penting.
Salah satu kombinasi makanan yang direkomendasikan adalah kurma dan tempe.
Perpaduan kurma dan tempe saat puasa dinilai mampu memenuhi kebutuhan energi sekaligus asupan protein harian.
Keduanya mudah ditemukan di Indonesia, harganya terjangkau, dan kaya nutrisi yang dibutuhkan tubuh selama berpuasa.
Kurma dan kedelai, khususnya dalam bentuk tempe, dinilai sebagai pilihan pangan yang tepat karena kaya nutrisi serta mudah dicerna.
Ahli Gizi IPB University sekaligus pakar Nutrition and Food Safety, Prof Ahmad Sulaeman, menyampaikan kurma dan kedelai dapat menjadi sumber energi yang baik dan seimbang selama berpuasa, terutama bila dikonsumsi pada waktu sahur dan berbuka.
Sumber Energi
Dalam 100 gram kurma atau sekitar 13 butir, tergantung ukurannya, terkandung sekitar 299 kalori.
Ia menambahkan, dalam 100 gram tempe segar terdapat sekitar 200 kalori.
"Sementara kedelai, seperti pada tempe, tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga mengandung protein nabati berkualitas, lemak dengan asam lemak esensial, vitamin B, serat, serta isoflavon yang bermanfaat bagi kesehatan," jelas Prof Ahmad, dikutip dari ipb.ac.id, Jumat (20/2/2026).
Baca juga: Kurma untuk Buka Puasa Kaya akan Manfaat, Berikut Tips Mengkonsumsinya
Dengan demikian, kombinasi kurma dan tempe dalam jumlah yang sesuai dapat membantu memenuhi kebutuhan energi harian selama menjalankan ibadah puasa.
Menurutnya, perpaduan kedua bahan pangan ini mampu memberikan asupan energi sekaligus zat gizi penting agar tubuh tetap bugar dan produktif sepanjang hari.
Secara rinci, setiap 100 gram kurma rata-rata mengandung 63,35 gram gula, 8 gram serat, 2,45 gram protein, 0,39 gram lemak, 2 mg natrium, 656 mg kalium, serta sekitar 299 kilokalori.
"Kurma mengandung hampir setengah dari jumlah gulanya dalam bentuk fruktosa yang tingkat kemanisannya dua kali lipat dibandingkan glukosa, sehingga dapat memberikan rasa kenyang," paparnya.
Baca tanpa iklan