Ringkasan Berita:
- Doa berbuka puasa merupakan salah satu sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
- Selain membaca doa buka puasa, muslim dianjurkan menyegerakan berbuka ketika mendengar azan Maghrib.
- Waktu berbuka puasa merupakan waktu mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT.
TRIBUNNEWS.COM - Waktu berbuka puasa merupakan waktu yang dinanti oleh setiap muslim yang berpuasa.
Waktu berbuka puasa ditandai dengan berkumandangnya azan Maghrib.
Kementerian Agama menjelaskan, muslim yang berpuasa dianjurkan untuk menyegerakan berbuka puasa setelah mendengar azan Maghrib.
Rasulullah SAW bersabda: “Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari 4/173 dan Muslim 1093).
Dikutip dari website Kementerian Agama Sulawesi Barat, berikut bacaan doa berbuka puasa dalam tulisan latin, Arab, dan artinya.
Doa Buka Puasa Latin, Arab, dan Arti
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allāhumma laka ṣumtu, wa ‘alā rizqika afṭartu.
Artinya: "Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka." (diriwayatkan oleh Mu’adz bin Zuhrah)
Baca juga: Doa Sesudah Sahur Puasa Ramadhan, Waktu Mustajab yang Penuh Berkah
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dhahabaẓ-ẓama’u wabtallatil-‘urūqu, wa thabatal-ajru in syā’ Allāh.
Artinya: "Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah." (diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar)
Adab Berbuka Puasa
Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, menjelaskan ada beberapa adab yang baik untuk dilakukan ketika berbuka puasa.
1. Menyegerakan Berbuka Puasa
Rasulullah SAW menganjurkan kepada umat Islam untuk segera berbuka puasa ketika telah tiba waktunya.
Anjuran ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Sahl bin Sa’ad, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Manusia selalu dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Darami, Malik, Baihaqi, Ahmad & Tirmidzi)
2. Membaca Basmalah
Salah satu sunah sebelum berbuka puasa yaitu mengucapkan basmalah, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Umar bin Abi Salamah melaporkan, “Dulu saya berada di rumah Rasulullah SAW, dan saat saya memegang makanan, beliau bersabda kepada saya: ‘Wahai anak! Bacalah basmalah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dengan mengambil yang terdekat darimu.” (HR Bukhari & Muslim)
3. Membaca Doa Berbuka Puasa
Setelah membaca basmalah, umat Islam yang hendak berbuka puasa kemudian membaca doa berbuka puasa.
Rasulullah SAW bersabda: “Ada tiga orang yang doanya tidak ditolak; 1) orang yang berpuasa hingga ia berbuka, 2) pemimpin yang adil, 3) dan orang yang terdzalimi.” (HR Ibnu Majah, Ahmad & Tirmidzi)
4. Memakan Kurma atau Meminum Air
Setelah membaca doa berbuka puasa, kemudian memakan kurma atau meminum air.
Rasulullah SAW biasanya memakan kurma dalam jumlah ganjil, sebelum sholat Maghrib.
Dari Anas bin Malik, ia menyampaikan, “Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa kurma yang masih basah sebelum sholat (Maghrib). Jika tidak ada, beliau berbuka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, beliau berbuka dengan meminum air.” (HR Abu Dawud, Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim)
5. Mengerjakan Sholat Maghrib, Lanjut Menyantap Hidangan
Setelah mengawali berbuka puasa dengan kurma dan air putih, Rasulullah SAW kemudian sholat Maghrib, lalu menyantap hidangan besar.
Namun, menurut riwayat dalam hadis disebutkan sebaiknya menyantap makan besar terlebih dahulu jika sudah ada.
Dari Anas bin Malik, berkata bahwa Rasulullah SAW menganjurkan umatnya: “Jika makanan malam telah disediakan, makanlah makanan itu sebelum kamu melaksanakan sholat Maghrib dan janganlah tergesa-gesa dalam menyantapnya.” (HR Bukhari, Muslim & Ahmad)
Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa
Ada beberapa keutamaan menyegerakan berbuka puasa menurut penjelasan Kementerian Agama.
1. Dicintai Allah Swt
Menyegerakan berbuka puasa merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam karena mengandung nilai ketaatan yang tinggi.
Seorang muslim yang segera berbuka saat waktu Maghrib tiba menunjukkan kepatuhan terhadap ketentuan Allah Swt tanpa menambah atau mengurangi waktu puasa menurut kehendaknya sendiri.
Tindakan ini mencerminkan sikap tunduk dan patuh terhadap syariat.
Inilah yang menjadikan amalan tersebut bernilai ibadah dan mendatangkan kecintaan dari Allah Swt.
Rasulullah SAW bersabda: "Manusia akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa." (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Meneladani Sunnah Rasulullah Saw
Berbuka puasa tepat pada waktunya juga merupakan bentuk mengikuti ajaran dan teladan Rasulullah Saw.
Dalam setiap kesempatan berpuasa, beliau tidak menunda berbuka ketika azan Maghrib telah berkumandang.
Kebiasaan ini menunjukkan bahwa Rasulullah Saw mengajarkan umatnya untuk tidak berlebihan dalam beribadah dengan memperpanjang waktu puasa di luar ketentuan.
Justru, mengikuti sunnah beliau dalam hal berbuka menjadi bagian dari kesempurnaan menjalankan ibadah puasa.
Beliau berbuka dengan cara yang sederhana, yakni memakan kurma atau meminum seteguk air sebelum menunaikan salat Maghrib.
3. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Saat berbuka puasa termasuk waktu yang istimewa untuk memanjatkan doa kepada Allah Swt.
Pada momen ini, seorang muslim telah menyelesaikan ibadah menahan lapar dan dahaga sejak fajar, sehingga doanya memiliki nilai tersendiri.
Keadaan fisik yang lemah karena berpuasa justru menjadi tanda ketulusan dan penghambaan kepada Allah Swt.
Dalam kondisi tersebut, seorang hamba berada dalam suasana yang penuh harap dan rendah hati ketika memohon kepada-Nya.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika saat berbuka ada doa yang tidak ditolak." (HR. Ibnu Majah)
4. Memberikan Energi bagi Tubuh
Selain mengandung nilai spiritual, menyegerakan berbuka puasa juga berdampak baik bagi kesehatan.
Setelah menahan diri dari makan dan minum sepanjang hari, tubuh memerlukan asupan nutrisi untuk memulihkan kondisi fisik.
Berbuka tepat waktu membantu tubuh segera mendapatkan energi yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan fungsi organ dan metabolisme.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan