News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Ghibah Digital Bisa Hilangkan Pahala Puasa

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Ayu Miftakhul Husna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  1. Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga ucapan dan tulisan.
  2. Ghibah di media sosial bisa menghilangkan esensi dan pahala puasa.
  3. Ramadan dianjurkan diisi dengan zikir, istigfar, dan berbagi kebaikan secara digital.

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang dan selama bulan Ramadan, umat Islam diingatkan untuk tidak hanya fokus pada ibadah fisik seperti menahan lapar dan dahaga. 

Aspek pengendalian diri dalam ucapan dan perilaku juga menjadi bagian penting dari esensi puasa.

Pesan tersebut disampaikan Ustadz Rikza Maulan dalam tayangan YouTube berjudul “EPISODE 01 - TANYA USTADZ | BAGAIMANA MENJAGA JARI DAN LISAN DARI GHIBAH DIGITAL” yang diunggah kanal Tribunnews pada 19 Februari 2026.

Dalam tausiah tersebut, Ustadz Rikza menjelaskan bahwa salah satu hal yang harus dijaga selama Ramadan adalah lisan. 

Ia menyebut lisan memiliki dua makna, yakni lisan secara hakiki berupa ucapan, serta lisan secara kiasan yang merujuk pada jari saat mengetik di ponsel atau media sosial.

Menurutnya, di era digital, potensi ghibah tidak hanya terjadi melalui percakapan langsung, tetapi juga lewat pesan singkat, komentar, maupun unggahan di media sosial. 

Karena itu, umat Islam diminta untuk memilah dan memilih perkataan maupun tulisan yang bermanfaat.

Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaknya berkata baik atau diam. 

Prinsip tersebut dinilai relevan diterapkan dalam aktivitas komunikasi, termasuk di ruang digital.

Selain menghindari perkataan yang tidak bermanfaat, Ustadz Rikza menganjurkan umat Islam memperbanyak zikir selama Ramadan, seperti membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, serta istigfar dan doa tobat. 

Ia juga mengajak agar media sosial dimanfaatkan untuk menyebarkan nasihat dan mengingatkan sesama dalam kebaikan.

Baca juga: Tips Mengatur Jadwal Minum Obat Saat Puasa Ramadan, Ini Panduan dari Kemenkes

Dalam penjelasannya, ia turut menyampaikan hadis yang menyebutkan bahwa siapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya tanpa mengurangi pahala tersebut sedikit pun.

Ustadz Rikza juga mengingatkan adanya hadis yang menyebutkan bahwa banyak orang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga. 

Hal tersebut dapat terjadi apabila seseorang tidak menjaga lisannya dari perkataan yang tidak bermanfaat atau mengandung dosa.

Ia menambahkan bahwa dalam Al-Qur’an terdapat kisah Maryam yang bernazar untuk tidak berbicara, sebagai gambaran bahwa salah satu makna saum adalah menahan diri dari ucapan.

Selain itu, Ustadz Rikza menyarankan umat Islam untuk memilih lingkungan pertemanan yang membawa manfaat, termasuk di dunia digital. 

Mengikuti grup atau komunitas yang mendukung amal saleh dinilai dapat membantu menjaga kualitas ibadah selama Ramadan.

Melalui tausiah tersebut, Ustadz Rikza mengajak umat Islam memanfaatkan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dengan menjaga lisan dan jari, agar puasa tidak hanya menghasilkan lapar dan dahaga, tetapi juga pahala.

(Tribunnews.com/Widya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini