Ringkasan Berita:
- Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menghadirkan program edukasi Ramadan 2026, termasuk workshop gratis mulai dari pemrograman AI hingga investasi syariah.
- Program Karim menawarkan kompetisi kreatif, seperti desain keranda inovatif, Nembang Macapat Tafsir Al-Qur’an, dan mainan edukatif tanpa gawai, dengan hadiah ratusan juta rupiah.
- Menjelang berbuka, halaman masjid diramaikan pertunjukan seni budaya seperti hadroh, reog, dan barongsai, menjadikan masjid sebagai pusat inovasi, literasi selama Ramadan.
TRIBUNNEWS.COM - Tak seperti tahun sebelumnya, Ramadan di 2026 menghadirkan suasana berbeda di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
Selain membagikan 7.000 paket takjil dan 7.000 paket makanan berat gratis setiap hari, masjid ini juga menghadirkan deretan program edukasi Ramadan yang dirancang untuk mengisi waktu ngabuburit secara produktif, kreatif, dan inspiratif.
Hal ini sejalan dengan visi Masjid Raya Sheikh Zayed Solo yang tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi, inovasi, dan pemberdayaan sosial masyarakat.
“Kami ingin masjid menjadi tempat umat memperbaiki diri dan memecahkan berbagai persoalan melalui inovasi,” ujar Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat, saat ditemui Tribunnews pada Sabtu (21/2/2026)
Adapun salah satu program unggulan Ramadan di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo tahun ini adalah Karya Inovasi Masjid (Karim).
Program ini digagas agar bisa menjadi wadah kreativitas masyarakat melalui berbagai kompetisi inovatif dengan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah.
Menariknya, untuk memacu kreativitas masyarakat Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menawarkan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah untuk berbagai lomba yang digelar.
Di antaranya lomba desain Inovatif Keranda Jenazah Lomba, dengan mengangkat isu desain keranda inovatif baik dari sisi material maupun sesuai syariat Islam.
Tak hanya itu ada pula lomba Nembang Macapat Tafsir Al-Qur’an, di mana peserta akan membawakan macapat berbasis tafsir Al-Qur’an karya raja-raja terdahulu, termasuk karya Pakubuwono IV.
Terakhir Educational Unplugged Game Design, yakni kompetisi pembuatan mainan edukatif tanpa gawai untuk anak TK hingga SMP.
Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget sekaligus mendorong kreativitas dan interaksi sosial.
Workshop Gratis: Dari AI hingga Investasi Syariah
Selain kompetisi, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menghadirkan rangkaian kelas dan workshop gratis selama Ramadan 2026.
Program ini terbuka untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga ibu rumah tangga yang ingin mengisi waktu ngabuburit dengan kegiatan bermanfaat
Baca juga: Masjid Sheikh Zayed Solo Bagikan 14 Ribu Paket Buka Puasa, UMKM Lokal Ikut Diberdayakan
Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat, menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya masjid untuk tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin generasi kita pintar dan kreatif. Masyarakat Solo, termasuk anak-anak, remaja, dan ibu rumah tangga, bisa belajar pemrograman, artificial intelligence, hingga investasi syariah secara gratis,” kata Munajat.
Berdasarkan jadwal resmi, rangkaian workshop meliputi:
- Nembang Macapat : 25 Februari 2026, 13.00–16.30 WIB
- Ramadan Investment Class : 26 Februari 2026, 13.00–16.30 WIB
- Menulis Aksara Jawa untuk Pemula : 27 Februari 2026, 13.00–16.30 WIB
- Pemrograman AI (Tanpa Coding) ; 2 Maret 2026, 12.00–16.30 WIB
- Bootcamp Pemrograman Python : 3–5 Maret 2026, 12.00–16.30 WIB
- Marketplace & Digital Branding untuk UMKM Ramadan : 10 Maret 2026, 13.00–16.30 WIB
Lebih lanjut, menjelang berbuka puasa mulai pukul 16.30 WIB, halaman masjid juga diramaikan dengan pertunjukan seni budaya seperti hadroh, reog, dan barongsai.
Dengan kombinasi edukasi teknologi, literasi ekonomi syariah, dan pertunjukan budaya, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo semakin memperkuat perannya sebagai destinasi unggulan ngabuburit Ramadan 2026.
Konsep ini sekaligus menegaskan transformasi masjid sebagai pusat peradaban modern, tempat tumbuhnya inovasi, literasi, dan pemberdayaan umat.
(Tribunnews.com / Namira)
Baca tanpa iklan