Ringkasan Berita:
- Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan
- Malam ini lebih baik dari seribu bulan sesuai QS. Al-Qadr
- Ulama menganjurkan ibadah, doa, sedekah, dan muhasabah diri
TRIBUNNEWS.COM - Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling mulia dalam bulan Ramadhan.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menjelaskan bahwa malam ini memiliki keutamaan yang sangat besar, bahkan lebih baik dari seribu bulan.
Keistimewaan tersebut tertulis dalam surat Al-Qadr ayat 3–5.
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 3-5)
Lailatul Qadar diyakini terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.
Tanggal pastinya tidak diketahui, namun Al-Qur’an dan hadits memberikan petunjuk agar umat Islam memperbanyak ibadah pada waktu tersebut.
Para ulama juga memberikan sejumlah panduan agar umat Islam dapat meraih keberkahan maksimal di malam yang penuh kemuliaan ini.
Berikut beberapa cara terbaik yang dianjurkan ulama untuk menyambut malam Lailatul Qadar:
1. Tingkatkan ibadah di 10 malam terakhir Ramadhan
Ulama menganjurkan memperbanyak ibadah terutama pada malam ganjil (21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan).
Rasulullah SAW bersabda: “Carilah Lailatul Qadar di sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Baca juga: 3 Amalan Malam Lailatul Qadar yang Dianjurkan, Lebih Baik dari Seribu Bulan
2. Perbanyak doa, khususnya doa yang diajarkan Rasulullah
“Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni.”
Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku. (HR. Tirmidzi)
3. Mendirikan shalat malam (qiyamul lail)
“Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari & Muslim)
4. Perbanyak sedekah dan berbagi kepada sesama
Sedekah di waktu yang mulia diyakini membawa keberkahan berlipat ganda, baik di dunia maupun di akhirat.
5. I’tikaf di masjid
I’tikaf dianjurkan pada sepuluh malam terakhir agar lebih fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
6. Membaca Al-Qur’an dan mentadabburi maknanya
Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al-Qur’an, sehingga membaca dan memahami ayat-ayatnya menjadi amalan utama.
7. Muhasabah diri dan taubat nasuha
Ulama mengingatkan pentingnya evaluasi diri, menyesali dosa, serta bertekad memperbaiki ibadah dan akhlak setelah Ramadhan.
Selain ibadah pribadi, ulama juga menekankan pentingnya memperbaiki hubungan sosial. Hati yang bersih dari dengki dan kebencian diyakini memudahkan turunnya rahmat Allah SWT.
Sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memulai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan