News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Ini Tanda-Tanda Hadirnya Malam Lailatul Qadar yang Perlu Diketahui

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ringkasan Berita:

  • Lailatul Qadar adalah malam istimewa di bulan Ramadan yang lebih baik daripada seribu bulan, di mana para malaikat turun untuk mengatur urusan umat.
  • Umat dianjurkan melakukan itikaf, dzikir, doa, istighfar, dan membaca Al-Qur’an di 10 malam terakhir Ramadan, terutama malam ganjil, untuk menyambut Lailatul Qadar.
  • Lailatul Qadar ditandai malam tenang dan sejuk, sinar pagi lembut, namun waktu pastinya rahasia Allah SWT, sehingga semua malam terakhir harus dijadikan momen ibadah.

 

TRIBUNNEWS.COM - Lailatul Qadar adalah malam yang sangat mulia dalam bulan Ramadan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
inna anzalnahu fi lailatil-qadr

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ
wa ma adraka ma lailatul-qadr

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ
lailatul-qadri khairum min alfi syahr

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
tanazzalul-mala`ikatu war-ruhu fiha bi`izni rabbihim, ming kulli amr

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
salamun hiya hatta matla'il-fajr

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar."

Ayat ini menjelaskan bahwa di bulan Ramadan terdapat satu malam istimewa yang disebut Lailatul Qadar.

"Intinya ayat ini memberikan pemahaman kepada kita, bahwa di dalam bulan Ramadan ada satu malam yang mulia yang disebut dengan Lailatul Qadar," ujar Baidi, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah (FIT) di UIN Raden Mas Said Surakarta (sebelumnya IAIN Surakarta) dalam program Tanya Ustaz di kanal YouTube Tribunnews, dikutip pada Sabtu (7/3/2026).

"Keutamaan malam Lailatul Qadar ini luar biasa, pahala ibadah yang dilakukan pada malam ini lebih baik dibanding seribu bulan, atau sekitar 84 tahun," lanjutnya.

Baca juga: Surat Al Qadr dalam Tulisan Arab dan Latin, Ini Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Karena itu, malam ini menjadi momen yang sangat dinantikan oleh setiap Muslim.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melakukan itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Tujuannya adalah menjauhkan diri dari gangguan dunia, memperbanyak ibadah, dan menyambut Lailatul Qadar.

"Untuk melakukan itikaf, kencangkan ikat pinggang, jauhkan tempat tidur, jauhkan berbagai godaan dunia untuk menyambut yang namanya Lailatul Qadar," jelasnya.

Itikaf adalah cara untuk fokus beribadah, berdzikir, berdoa, dan memperbanyak istighfar di malam-malam terakhir Ramadan.

Malam Berapa Lailatul Qadar Terjadi?

Dalam hadits dijelaskan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, tetapi tidak disebutkan secara pasti malam keberapa.

Para ulama memberikan beberapa perkiraan:

  • Jika awal Ramadan jatuh pada hari Ahad atau Rabu, Lailatul Qadar kemungkinan malam ke-29.
  • Jika awal Ramadan jatuh pada hari Senin, malam ke-21.
  • Jika awal Ramadan hari Selasa atau Jumat, malam ke-27.
  • Jika awal Ramadan hari Kamis, malam ke-25.
  • Jika awal Ramadan hari Sabtu, malam ke-23.

Pernyataan tersebut merujuk pada kisah masyhur mengenai Syekh Abu al-Hasan asy-Syadzili, pendiri Tarekat Syadziliyah, yang dikenal selalu mendapatkan Lailatul Qadar setiap tahun sejak baligh hingga tua.

Namun ini hanyalah perkiraan, karena sesungguhnya Lailatul Qadar adalah rahasia Allah SWT.

Baca juga: 7 Cara Terbaik Sambut Malam Lailatul Qadar di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Bagaimana Tanda-tanda Hadirnya Malam Lailatul Qadar? 

Walaupun tidak ada penjelasan tegas, berbagai riwayat menyebutkan tanda-tanda alamiah yang muncul saat Lailatul Qadar:

  • Malam terasa tenang dan damai.
  • Udara terasa segar dan sejuk.
  • Pagi harinya, sinar matahari cerah, lembut, dan tidak panas.

Tanda-tanda ini memberikan gambaran bahwa malam itu berbeda dari malam biasa, penuh berkah dan ketenangan.

"Sebenarnya tidak ada penjelasan tegas dari agama tentang indikator terjadinya Lailatul Qadar, tapi dalam berbagai riwayat dijelaskan secara alamiah. Artinya, kondisi alam saat turunnya Lailatul Qadar sangat berbeda dari biasanya," ungkap Baidi.

Karena kita tidak tahu kapan tepatnya Lailatul Qadar turun, Rasulullah SAW menyunnahkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh hari terakhir, terutama malam-malam ganjil:

  • Memperbanyak itikaf di masjid.
  • Memperbanyak dzikir, doa, dan istighfar.
  • Membaca Al-Qur’an dengan khusyuk.

"Dianjurkan kepada kita 10 hari terakhir terutama di malam-malam ganjil untuk menyongsong lailatul qadar," jelasnya.

Dengan begitu, kita berharap dapat meraih pahala yang dijanjikan Allah SWT, lebih baik dari seribu bulan, dan mendapatkan berkah malam penuh kemuliaan ini.

(Tribunnews.com/Latifah)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini