News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Niat Sholat Lailatul Qadar, Malam Mulia pada 10 Hari Terakhir Ramadan

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NIAT SHOLAT MALAM - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky dan Paint, Rabu (11/3/2026). Muslim dianjurkan meningkatkan ibadah pada 10 hari terakhir Ramadan, salah satunya sholat malam. Berikut niat sholat Lailatul Qadar.

Ringkasan Berita:

  • Lailatul qadar adalah malam mulia yang lebih baik dari seribu bulan.
  • Hanya Allah SWT yang mengetahui kapan datangnya malam lailatul qadar, namun Rasulullah SAW memberi petunjuk pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.
  • Pada sepuluh hari terakhir Ramadan, muslim dianjurkan untuk meningkatkan ibadahnya, di antaranya sholat sunah, tadarus Al-Quran, dzikir dan berdoa.

TRIBUNNEWS.COM - Malam lailatul qadar adalah malam kemuliaan yang lebih baik daripada seribu bulan.

Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari)

Di antara sepuluh malam terakhir Ramadan, hanya Allah SWT yang mengetahui kapan datangnya malam lailatul qadar.

Kementerian Agama menganjurkan muslim fokus untuk meningkatkan ibadahnya hingga Ramadan berakhir.

Amalan yang dapat dikerjakan pada sepuluh malam terakhir Ramadan di antaranya sholat malam, tadarus Quran, dzikir, dan doa.

Kementerian Agama membagikan bacaan niat sholat lailatul qadar.

Niat Sholat Lailatul Qadar

أُصَلِّي سُنَّةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan lailatul qadari rokataini lillaahi ta ala

Artinya: “Saya niat shalat sunnah Lailatul Qadr dua rakaat karena Allah Ta ala."

Baca juga: Doa Ramadan Hari Ke-21, Memohon Surga sebagai Tempat Tinggal Abadi

Dalil Tentang Malam Lailatul Qadar

Kementerian Agama Republik Indonesia menjelaskan bahwa dalil mengenai Lailatul Qadar diterangkan secara jelas dalam Al-Qur’an, terutama pada Surah Al-Qadr ayat 1–5.

Dalam ayat tersebut, Allah SWT menerangkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam Lailatul Qadar.

Malam ini memiliki kemuliaan yang sangat besar dan nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

Pada malam tersebut para malaikat, termasuk Malaikat Jibril, turun ke bumi dengan izin Allah SWT untuk menjalankan berbagai urusan serta membawa kedamaian hingga terbit fajar.

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar." (QS. Al-Qadr: 1–5)

Selain dalam Surah Al-Qadr, peristiwa turunnya Al-Qur’an juga disebutkan dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3. Dalam ayat tersebut, malam turunnya Al-Qur’an disebut sebagai lailatin mubarakatin, yaitu malam yang penuh keberkahan.

"Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan." (QS. Ad-Dukhan: 3)

Kedua ayat tersebut sama-sama menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam yang istimewa, meskipun menggunakan istilah yang berbeda.

Para ulama kemudian menafsirkan bahwa malam yang penuh berkah itu merujuk pada Lailatul Qadar, yaitu malam yang memiliki keutamaan besar bagi umat Islam.

Karena waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak dijelaskan secara tegas, para ulama hanya dapat memperkirakannya berdasarkan penafsiran.

Salah satu pendapat yang cukup dikenal menyebutkan bahwa Lailatul Qadar kemungkinan terjadi pada malam ke-27 Ramadan.

Meski demikian, Islam tidak menganjurkan umatnya untuk hanya beribadah pada satu malam tertentu saja.

Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan agar tidak melewatkan malam yang penuh kemuliaan tersebut.

Tata Cara Sholat Lailatul Qadar

Sholat Lailatul Qadar dikerjakan sama seperti sholat pada umumnya.

Kementerian Agama menganjurkan untuk membaca Surat Al-Ikhlas di rakaat pertama dan kedua setelah membaca Surat Al-Fatihah.

  • Membaca Surat Al-Fatihah pada rakaat pertama.
  • Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali setelah Surat Al-Fatihah pada rakaat pertama.
  • Membaca Surat Al-Fatihah pada rakaat kedua
  • Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali setelah Surat Al-Fatihah pada rakaat kedua
  • Setelah salam membaca istighfar sebanyak 70 kali.

Baca juga: Perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026 dan Tanda-tandanya di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Amalan Malam Lailatul Qadar

Dikutip dari Kementerian Agama, berikut amalan yang dapat dikerjakan setiap muslim pada bulan Ramadan.

1. Memperbanyak Shalat Malam

Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW semakin meningkatkan kesungguhan dalam beribadah.

Beliau menghidupkan malam dengan berbagai ibadah seperti shalat, zikir, dan amalan lainnya hingga mendekati waktu fajar.

Rasulullah SAW juga membangunkan keluarganya agar ikut beribadah dan meraih keutamaan malam-malam tersebut.

Sebagaimana penuturan Aisyah RA: “Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Memperbanyak Sedekah

Memperbanyak sedekah pada sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan bentuk rasa syukur karena masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan suci.

Sedekah juga menjadi pelengkap berbagai ibadah di bulan Ramadan, karena keimanan tidak hanya ditunjukkan melalui ibadah pribadi, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama.

Sebagaimana firman Allah SWT: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (Qs. As-Sajdah: 16).

Sedekah pada waktu ini tidak hanya terbatas pada zakat fitrah atau zakat mal, tetapi juga dapat berupa sedekah sunnah.

Bentuknya bisa berupa uang, makanan, pakaian, maupun bantuan kepada anak yatim dan kaum dhuafa agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan menjelang Idul Fitri.

3. I’tikaf

I’tikaf merupakan ibadah dengan berdiam diri di masjid untuk lebih fokus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selama menjalankan i’tikaf, seorang muslim dapat mengisi waktunya dengan berbagai amalan seperti zikir, doa, membaca Al-Qur’an, shalat sunnah, bershalawat, serta memperbanyak istigfar dan taubat.

I’tikaf sebenarnya dapat dilakukan kapan saja, namun sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut:

Dari Abdullah bin Umar RA berkata: “Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)

4. Tadarus Al-Qur’an

Memperbanyak membaca Al-Qur’an menjadi salah satu amalan yang dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan.

Banyak umat Islam memanfaatkan malam-malam tersebut untuk melakukan tadarus Al-Quran, baik di masjid maupun di rumah.

Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang mudah dilakukan tetapi memiliki pahala yang besar.

Karena itu, banyak orang berusaha menyelesaikan khatam Al-Qur’an menjelang akhir Ramadan.

Bagi yang memiliki aktivitas padat, menargetkan khatam satu kali sudah termasuk baik, karena yang terpenting adalah terus meningkatkan membaca Al-Quran pada hari-hari terakhir Ramadan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini