News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kuku Tangan ‘Dipotong’ Guru, Siswi SMP Pingsan

Editor: Tjatur Wisanggeni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM, BLANGKEJEREN -- Kesal karena muridnya tak juga memotong kuku, seorang guru piket SMP 3 Blangkejeren, Gayo Lues, memberi ‘pelajaran’ pada sang murid yakni Maisarah (13) warga Desa Penampanan, Kecamatan Blangkejeren. Sang guru lalu ‘memotong’ sendiri kuku Maisarah dengan tangannya, Sabtu (15/5/2010).

Pemotongan cara manual terhadap tiga kuku panjang milik Maisarah itu, membuat ada bagian kulit yang terangkat. Gadis kecil itu lalu masuk ke kamar mandi sekolah untuk membersihkan jari yang terluka. Entah karena trauma, akhirnya ia pangsan (pingsan-red) di kamar mandi, kemarin.

Keterangan yang diperoleh, Senin (17/5/2010) dari rekan korban, Selpi dan Jusnaini, usai kuku korban dipatahkan oleh seorang dewan guru di halaman sekolah, korban menunjukan kepada kedua temannya bahwa tangan telah berdarah seraya lari ke kamar mandi. Namun di sana, entah karena trauma atau malu, koban sempat pingsan.

M Ahadin (51) orang tua korban yang ditemui di rumahnya mengakui adanya insiden itu. Ia menyayangkan mengapa ada kekerasan seperti itu di sekolah. Ia mengakui anaknya alpa dalam memotong kuku, tapi seharusnya ada cara yang lebih bijak, dengan tidak mencederai murid.

Ia juga mengaku telah membawa anaknya untuk berobat ke rumah sakit, walau hanya kuku yang patah. Di sisi lain, ia merasa prihatin, karena pihak sekolah seperti tak mau tahu dengan nasib anaknya.

Tanggulangi perobatan

Sementara itu Kepala SMP 3 Blangkejeren, Zakaria, SPd, secara terpisah mengakui adanya insiden pematahan kuku tersebut. Bahkan pihak sekolah telah menghubungi pihak keluarga dengan menanggulangi segala biaya untuk pengobatan Maisarah di rumah sakit.

“Pihak sekolah selama ini telah berkali kali mengingatkan siswa untuk tidak berkuku panjang dan hidup bersih. Namun, peringatan dari dewan guru itu tidak diindahkan oleh siswa, sehingga bisa jadi guru merasa kesal dan terjadilah kasus tersebut,” kata Kepsek tersebut.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini