News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jangan Lagi Sebut Terong Belanda

Editor: Harismanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Terong Berastagi

Laporan Wartawan Tribun-medan.com, Dedy Sinuhaji
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN
- Di usianya yang kini 86 tahun, istri pejuang kemerdekaan yang menentang Pemerintah Hindia Belanda di Tanah Karo, Ny LT Djamin Ginting masih menyimpan rasa kekecewaan dan masih tersirat di dalam hatinya.

Kekecewaan itu terkait dengan penyebutan nama hasil tanaman dari Kabupaten Karo yang dinilainya tidak cocok. Yakni, Terong Berastagi yang di pasaran akrab disebut Terong Belanda.

Unik memang, tapi jika dicermati lebih dalam masuk akal juga apa yang selama ini dikeluhkan istri mantan Pangdam I Bukit Barisan, Letjen Djamin Ginting itu. Waktu itu, Ny.LT Djamin Ginting bersama keluarga makan di sebuah restoran. Seorang pelayan datang menghampiri dan menanyakan  menu apa  yang hendak dipesan. Setelah memesan makanan, pelayan itu pun menawarkan berbagai aneka minuman juice buah-buahan kepadanya. Pelayan itu menawarkan jus Terong Belanda kepadanya.

Wanita yang pernah menjadi anggota MPR RI dua periode dari Partai Golkar (1978-1983, 1983-1988) itu pun terkejut mendengarnya, lalu tersirat dalam hatinya, mengapa buah yang dihasilkan dari dataran tinggi Karo tersebut diberi nama terong Penjajah, yaitu Terong Belanda dan Terong Jepang.

"Buah itu kan dihasilkan dari Tanah Karo, mengapa tidak diberi nama Terong Tanah karo atau Terong Berastagi. Mengapa harus Terong penjajah (Belanda-Jepang red)," ucapnya kepada Tribun Medan.

Seorang wanita pejuang yang berangkat dari pribadi guru sederhana itu kini berharap agar masyarakat jangan lagi menyebut Terong Belanda maupun Terong Jepang. Tambahnya lagi,  perusahaan yang memproduksi buah tersebut menjadi aneka minuman segar agar kiranya mulai mempopulerkannya dengan nama Terong Berastagi atau Terong Tanah Karo.

Terong Berastagi adalah buah yang banyak ditemukan di dataran tinggi yang dingin. Buah ini banyak ditemukan di Sumut, terutama Kota Berastagi, Kabupaten Karo. Bentuknya oval sebesar telur ayam. Waktu muda warnanya kuning, saat matang warnanya berubah menjadi keunguan. Rasanya asam, biasanya  dibuat  jus, namun bisa juga dikonsumsi langsung sebagai buah segar.

Selain kaya akan air, buah tersebut mengandung provitamin A yang bagus untuk kesehatan mata dan Vitamin C untuk mengobati sariawan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Di pasar buah Kota Berastagi, buah tersebut banyak dijual, harganya juga beraneka macam, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 15 ribu. Jika Anda sedang bertandang ke daerah dataran tinggi Karo, tepatnya Berastagi, jangan lupa singgah dan cicipi Terong Berastagi. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini