News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Usaha Setengah Hati tapi Beromset Rp 1,5 Juta per Hari

Editor: Juang Naibaho
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Laporan Wartawan Tribun Medan, Rany Sis

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -
Tak disangka, usaha dijalani setengah hati menjadi bisnis yang menjanjikan bagi Dilly Asril. Saat mengawali usaha air isi ulang, Dilly masih berstatus mahasiswa Fakultas Ekonomi UISU.

Berawal dari keinginan membantu masyarakat mendapatkan air minum yang bersih dan sehat, pemilik Delima Water di Jl Mustafa, Medan, Sumatera Utara, ini kini mendapatkan omset hingga Rp 1,5 juta per hari.

Saat memulai usaha tersebut, Dilly mengeluarkan modal sebesar Rp 80 juta, hasil kantong sendiri dan bantuan orangtuanya. Modal ini dipergunakan untuk membeli peralatan penampung dan penyaring air serta alat transportasi.

Ia menggunakan penyaringan merek Yamaha, tangki penampung air ozone dan UV penyaringan air, partisi, cucian galon serta pompa air sebanyak empat buah. Untuk sarana transportasi, ayah satu anak ini membeli enam kendaraan becak dan tiga unit motor. "Iya saya sudah prepare transportasi karena letak rukonya strategis," ujarnya.

Untuk tempat usaha, ia tidak perlu menyewa karena milik orangtuanya, "Kalau biaya sewa ruko saya gak bayar, kan milik orangtua," ujar suami Adriana Soraya ini.

Selain alat transportasi dan alat penyaringan ia juga harus menyediakan meja kursi, brosur, bon sebagai pelengkap bisnisnya. "Jadi total keseluruhan modal awal sekitar Rp 80 juta," ujarnya.

Setiap harinya 400 buah galon terjual. Dari penjualan sebanyak ini ia memperoleh omset Rp 1,5 juta per hari. Menurutnya, usahanya ini cukup lancar tanpa hambatan berarti. "Alhamdulillah lancar," ujar pria yang sedang melanjutkan studinya di Fakultas Hukum UMSU ini.

Dilly mengatakan, modal awalnya sebesar Rp 80 juta kembali tidak kurang dari setahun. Setelah modal kembali ia kemudian membuka usaha yang sama di Jl Tuasan. "Sekarang kita udah punya cabang di Jl Tuasan," ujarnya.

Dilly melakukan perawatan peralatan setiap dua bulan sekali. Uang yang dikeluarkan sebesar sebesar Rp 2 juta. Perawatan berupa ganti pompa atau membersihkan tangki. Selain maintenance, ia pun harus membayar listrik sekitar Rp 1 juta per bulan dan membayar air sebesar Rp 2 juta per bulan.

Sedangkan untuk pegawai, Dilly mempunyai karyawan sekitar 13 orang yang rata-rata gajinya sebesar Rp 1,3 juta. "Biaya itu semua untuk satu usaha lho, tidak termasuk galon saya yang satunya," ujar pria yang pelanggannya sebagian besar penduduk Jl Krakatau dan Jl Mustafa.(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini