TRIBUNNEWS.COM, TEBING TINGGI - Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Syafruddin, yang memimpin operasi gabungan Polisi dan TNI dalam penyergapan dua teroris yang bersembunyi di sungai Titipayung, di Dusun II Desa Martebing, Dolok Marsihol, menuturkan, satu tersangka terorisme yang tewas akibat ledakan granat ternyata berupaya menyerang petugas.
Syafruddin dalam keterangannya pada wartawan menuturkan, granat yang meledak di tangan tersangka itu akan dilemparkan ke arah petugas gabungan saat petugas mendekat.
"Namun, granat malah meledak di dekat pelaku. Jadi, granat tesebut senjata makan tuan," ujar Syafruddin, Minggu (3/10/2010).
Akibat ledakan tersebut, tangan kanan seorang komplotan itu putus. Kepala bagian wajah sebelah kiri juga hancur karena terkena serpihan granat. Tubuhnya roboh di dekat Sungai Mardinding. Petugas gabungan langsung memeriksanya.
Seperti diberitakan, baku tembak tak terhindarkan di Dusun II Desa Martebing, Dolok Marsihol. Petugas gabungan yang mendapat informasi dari seorang tersangka yang menyerahkan diri, Muhammad Khoir, langsung memburu sisa kelompok bersenjata yang bersembunyi di dalam sungai.
"Kami berupaya persuasif, namun mereka malah menembaki petugas," papar Syafruddin.
Dua pelaku yang bersembunyi itu kemudian tewas. Satu orang, seperti dijelaskan Syafruddin, tewas karena granat senjata makan tuan, sedang seorang pelaku lainnya tewas akibat baku tembak.
Sedianya dua jenazah pelaku tersebut akan dirujuk di RS Bhayangkari Medan.
Polisi dan Teroris Baku Tembak di Tebing Tinggi
Bukan Bunuh Diri Tapi Kena Granat Sendiri
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan