Laporan wartawan Tribun Medan Irwansyah Nasution
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kapolda Sumut Irjen Oegroseno mengatakan ada indikasi teroris yang tewas terkena granat miliknya sendiri, ingin meledakkan diri bersama pasukan di lapangan pada saat penangkapan, di Dolokmasihol.
"Pelaku yang diduga teroris yang mati kena granat, kondisinya sangat menggenaskan, dan sangat sulit untuk di identifikasi. Kepalanya terputus," kata Oegroseno saat mengunjungi RS Bhayangkara Polda Jalan Wahid Hasyim, Minggu (3/9/2010).
Model penyerangan ini hampir sama dengan modus bom bunuh diri yang kerap dilakukan teroris. Orang yang direkrut menjadi pelaku bom bunuh disebut pengantin.
Kapolda mengatakan dalam penyisiran di Dolokmasihol padi tadi, pasukannya melumpuhkan tiga teroris. ''Satu bernama M Khair, warga Belawan. Dua lagi masih diidentifikasi,'' katanya.
Dengan keberhasilan terbaru itu, sudah sembilan teroris yang dilumpuhkan bersama barangĀ bukti senjata M-16 milik Imanuel, AK 56 dan FN serta sejumlah amunisi yang banyak jumlahnya. Serta lima sepeda motor.
"Sampai saat ini, pasukan di lapangan terus melakukan pengejaran dan pengepungan terhadap pelaku yang diduga terorisme," katanya.
Mengenai keberadaan ustad Khairul Ghazali yang dibekukĀ pasukan Densus 88, Kapolda mengatakan," Tanya saja ke Densus, yang saya ketahui hanya penangkapan di Dolokmasihol dan Tebingtinggi," ujar Kapolda.
Polisi dan Teroris Baku Tembak di Tebing Tinggi
Teroris Ingin Ledakkan Diri Dekat Polisi
Editor: Prawira
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan