TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakapolda Jawa Tengah Kombes Pol Tjiptono mengungkapkan sudah ada 52 korban tewas akibat letusan Merapi yang memuntahkan awan panas (wedhus gembel) sejak Kamis tengah malam sekitar pukul 00.00 Wib. Dari jumlah itu mayoritas korban tewas dari desa Bronggang
"Ada 22 orang yang tewas dari sana," tutur perwira menengah itu kepada Tribunnews, Jumat (5/11/2010). Sementara sisanya berasal dari desa-desa lain di sekitar lokasi seperti Kepuharjo.
Dua desa itu, menurut Tjiptono menjadi desa paling parah kerusakannya akibat letusan merapi. Merapi sendiri menurut Tjiptono sudah mulai mengeluarkan suara gemuruh dan petir sejak pukul 19.00 Wib. Setelahnya, merapi pun meletus dan mengeluarkan bahan material seperti abu, debu vulkanik, dan lainnya.
Polisi dan relawan, lanjut Tjiptono telah menyelesaikan proses evakuasi terhadap warga pagi ini. Sekitar 200 warga dari Jambon dan Bronggang telah dievakuasi untuk menghindari awan panas dan letusan merapi yang kemungkinan akan kembali terjadi.
Pasalnya, jarak mereka masih riskan untuk dapat terkena awan panas dan muntahan material lainnya dari Merapi jika gunung paling aktif di dunia itu kembali meletus. Para warga kini sudah ditempatkan di stadion Mugoharjo.
52 Korban Tewas dari Desa Bronggang
Penulis: Vanroy Pakpahan
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan