News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Asal Muasal Luka Lebam di Wajah Jenazah Napi Seumur Hidup Anton Kurniawan, Ini Penjelasannya

Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Drajat Sugiri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TEWAS DI LAPAS - Kolase foto Brigadir Anton Kurniawan Stiyanto, oknum polisi yang tembak mati warga di Kalteng, saat digiring aparat ke mobil tahanan usai mengikuti pelimpahan kasusnya di Kejaksaan Negeri Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (12/2/2025). Kematian Anton di Lapas Palangka Raya menjadi sorotan, di antaranya dari Anggota Komisi XIII DPR, Bias Layar.

TRIBUNNEWS.COM - Kasus narapidana tewas di dalam tahanan sering kali memicu sorotan publik, investigasi pihak berwajib, dan evaluasi pengamanan.

Kejadian narapidana tewas dalam tahanan di Indonesia umumnya disebabkan tiga faktor utama.

Pertama, penganiayaan atau pengeroyokan oleh sesama warga binaan.

Kedua, dugaan penyiksaan atau kekerasan yang melibatkan oknum aparat. Ketiga, kondisi kesehatan yang memburuk.

Setiap insiden tersebut biasanya ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian dan kementerian Hukum dan HAM dengan autopsi jenazah.

Selain itu, pemeriksaan sipir atau napi lain untuk menyelidiki unsur pidana di baliknya.

Kasus serupa terjadi di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Seorang narapidana seumur hidup bernama Anton Kurniawan ditemukan meninggal dunia di sel isolasi, Sabtu (30/5/2026) malam.

Anton merupakan mantan polisi yang dijatuhi hukuman seumur hidup dalam kasus penembakan sopir ekspedisi.

Kematian Anton pun menjadi sorotan.

Bahkan, Anggota Komisi XIII DPR, Bias Layar turun tangan mengunjungi Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Kronologi Napi Seumur Hidup Anton Kurniawan Tewas, Sempat Ditemukan Menelungkup di Sel Isolasi

Dalam kunjungan itu, Bias meninjau sejumlah fasilitas lapas.

Ia juga meminta penjelasan terkait kematian narapidana seumur hidup, Anton.

Penjelasan itu disampaikan oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas IIA Palangka Raya, Muh Alamsyah Rahman.

Alamsyah sekaligus menjelaskan terkait informasi yang beredar perihal luka lebam di tubuh Anton saat jenazah diperiksa.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini