TRIBUNNEWS.COM - Keluarga Agus Yani (61), warga Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), lebih tenang setelah mendengar penjelasan dari ahli tentang kemunculan api misterius di rumah mereka.
Sejak 10 hari terakhir, api tiba-tiba muncul berulang kali di rumah mereka yang berlantai dua itu dan membakar barang-barang. Hal ini membuat mereka tidak bisa tidur tenang dan harus bergantian berjaga.
Munculnya api misterius itu membuat sebagian orang mengaitkannya dengan hal mistis atau supranatural. Meski demikian, Mutfiana (29), anak peremuan Agus Yani, mengaku lega setelah mendapat penjelasan ilmiah tentang fenomena itu.
"Lega, sudah ada jawaban. Pada intinya ini ada gas metana, bukan hal lain. Tadi sempet penjelasan dari UPN, UGM, dan instansi terkait, lebih tenang. Kalau waswas pastinya, tapi sudah lebih jelas," kata Mutfiana, Sabtu, (30/5/2026), dikutip dari Tribun Jogja.
Adapun tim ahli yang dikerahkan berasal dari Fakultas Teknologi Mineral dan Energi Universitas Pembangunan Nasional (FTME UPN) Yogyakarta, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, dan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM).
Dalam riset lanjutan, Senin, (1/6/2026), Tim UPN dan BPPTKG menyelidiki kandungan gas di Kali Konteng, sedangkan, tim UGM melakukan observasi langsung di rumah Agus.
Tim UGM menyaksikan langsung proses munculnya api misterius.
"Ini satu kejadian yang luar biasa, kami bisa melihat langsung, dan ini pada intinya kami mengukur suhu, suhunya naik terus kemudian yang terpantau gas hidrogen (H2) naik terus, (skala) 11-12 mulai menyala (api). Nah, khusus ruangan tengah di kamar itu, tampaknya yang konsentrasinya (gas) tinggi," kata Alva, Senin.
Alva menyebut peristiwa api mendadak muncul sendiri rumah Agus adalah fenomena auto-ignition atau spontaneous ignition (penyalaan spontan). Api muncul sendiri tanpa disertai pemantik setelah unsur dalam "segitiga api" mencapai kondisi optimal pada posisi stoikiometri.
Sementara itu, Sarju Winardi, dosen Departemen Teknik Geologi UGM, mengatakan penyebab kemunculan api di rumah Agus adalah gas metana. Gas metana tidak menyebar ke rumah tetangga yang lain karena sifatnya yang mengambang di udara.
"Dia (gas metana) tidak secara lateral, secara horizontal akan bergerak ke sana (horizontal) tidak. Kecuali terbawa angin. Tapi biasanya kalau sudah di luar, dia bercampur udara luar, kadarnya sudah sangat menurun, jadi relatif aman," kata Sarju, Sabtu, (30/5/2026).
Baca juga: Momen Tim UGM Saksikan Api Mendadak Muncul di Rumah Warga Seyegan Sleman: Luar Biasa
Pendapatan menurun drastis
Kemunculan api misterius berdampak pada keuangan keluarga Agus. Tidak hanya perabotan rumah yang terbakar, penghasilan sehari-hari mereka pun berkurang drastis.
Rumah mereka juga menjadi tempat usaha pemotongan ayam. Gara-gara api muncul, konsumen takut mendekat mendekat rumah Agus.
"Ibaratnya, biasa per hari kami bisa menerima uang Rp100 ribu sampai Rp200 ribu, sekarang (pemasukan) hanya Rp8 ribu saja. Bayangkan, uang Rp8 ribu untuk tujuh orang di rumah ini bagaimana caranya?" kata Mutfiana.
Baca tanpa iklan