TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Erupsi Gunung Merapi yang hingga kini belum berkesudahan akhirnya membuat TNI membentuk Satuan Tugas Brigade Khusus Penanggulangan Bencana Merapi atau Satgas Brigade Khusus PB Merapi.
Salah satu tugas
pokoknya adalah melaksanakan penanggulangan bencana alam Gunung Merapi
hingga selesai. Brigade Khusus TNI mendirikan posko di Gedung Badan
Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) DIY di Jalan Kenari No 14 A Yogyakarta,
dengan nomor telepon/faksimile: 0274-549321.
TNI melalui rilisnya menyebutkan, Brigade Khusus TNI ini dipimpin Kepala Staf Divisi
Infanteri 2/Kostrad Brigjen TNI Syahiding, dengan jumlah pasukan 5.117
personel yang terdiri dari berbagai kesatuan di tubuh TNI.
Pasukan
akan ditempatkan di beberapa lokasi, seperti Yogyakarta, Magelang,
Klaten, Boyolali, dan sekitarnya. Sementara dalam pelaksanaannya,
pasukan terbagi menjadi dua, yakni pasukan gunung dan pasukan pengungsi.
Pasukan
gunung nantinya akan bertugas mengendalikan penduduk di zona awas dan
melakukan penyisiran korban. Mereka juga akan melaksanakan proses
evakuasi bila erupsi Merapi terjadi.
Sementara pasukan pengungsi
bertugas mengevakuasi dari tempat pengungsian, mendirikan dapur
lapangan, mendirikan rumah sakit lapangan, dan memberdayakan rumah sakit
daerah. Brigade Khusus TNI bekerja di bawah koordinasi BNPB.
Baca tanpa iklan