Laporan Wartawan Tribun Jogja, Wicaksono/Bramasto
TRIBUNNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Maridi, pemilik warung yang dagangannya diambil warga untuk dikonsumsi usai kerja bakti, malah menangis saat dipertemukan dengan tujuh orang tetangganya yang ditahan polisi atas tuduhan pencurian.
"Saya bingung dan tak tega melihat para tetangga saya itu harus meringkuk di tahanan akibat tuduhan menjarah barang di toko milik saya," kata Maridi.
Korban Merapi yang kini mengungsi di Kecamatan Piyungan, Bantul itu merasa tidak pernah melapor kehilangan barang-barang di tokonya. Lebih jauh, ia mengaku ikhlas atas apa yang telah dimakan dan diminum oleh warga dari warungnya usai kerja bakti tersebut.
"Saya justru tidak tahu ada yang mengambil barang di toko milik saya. Setelah diberitahu polisi, saya ikhlas mereka minum dan makan barang dagangan saya," kata Maridi yang akrab dipanggil Rumi, Sabtu, ketika ditemui di Bantul, Sabtu (4/12/2010).
Ia mengetahui adanya pengambilan barang di tokonya setelah diberitahu Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Cangkringan, Parjono.
"Saya menolak ketika diminta membuat laporan polisi mengenai kehilangan barang di toko saya. Namun saya bersedia memberi keterangan kepada petugas di Polda DIY," katanya.
Pengungsi Merapi Dituduh Jarah Minuman Ringan
Pemilik Warung Malah Menangis Tahu Tetangganya Ditahan Polisi
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan