News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jejak Misterius di Yogya

FMIPA UGM Siap Ganti Rugi Lahan Crop Circle

Editor: Gusti Sawabi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah warga melihat pola aneh yang muncul di areal persawahan di Dusun Wonojoyo Kidul, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (25/1/2011). Warga setempat kembali menemukan pola aneh atau sering disebut crop circle di areal persawahan tersebut pada Selasa siang.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dekan Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) Chairil Anwar menilai, tapak melingkar atau crop circle di Bantul dan Sleman DI Yogyakarta merupakan hasil pekerjaan intelektual. Pekerjaan ini membutuhkan pemikiran yang menggabungkan ilmu dan seni. Ini mirip dengan karya instalasi yang banyak dibuat seniman dewasa ini, katanya di Yogyakarta, Rabu (26/1/2011).

Oleh karena itu, kata Chairil, andaikata tapak melingkar tersebut benar-benar dibuat oleh mahasiswa FMIPA UGM, mahasiswa bersangkutan akan diberi apresiasi karena mampu menerapkan ilmu murni Matematika dengan bidang seni. Fenomena yang banyak dikaitkan dengan unidentified flying object (UFO) itu juga memunculkan ide untuk mengkombinasikan ilmu-ilmu Matematika dengan bidang seni.

Chairil menuturkan, pihak FMIPA UGM telah melakukan pelacakan benar tidaknya kabar bahwa salah satu mahasiswa FMIPA UGM terlibat dalam pembuatan tapak melingkar tersebut. Hal ini terkait tersiarnya kabar pembuat tapak melingkar adalah mahasiswa FMIPA UGM angkatan 2008 seperti termuat dalam sebuh situs blog.

"Kami sudah memeriksa 28 mahasiswa terkait hal ini, tapi belum menemukan kebenaran kabar itu," ucap Chairil.

Menurut Chairil, pembuatan tapak tak bisa dinilai perbuatan yang salah di persawahan sebab tidak dimaksudkan melukai siapapun. Kerugian hanya terdapat pada penggunaan sawah yang menjadi sumber pendapatan pemiliknya.

Apabila terbukti salah satu mahasiswa FMIPA UGM yang melakukannya, kata Chairil, pihak fakultas mempertimbangkan akan mengganti kerugian yang diakibatkan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini