Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ichsan
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Puluhan rumah di RW 20 Kampung Cieunteung, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, kembali terendam air.
Hujan terus menerus selama tiga hari terakhir membuat Sungai Citarum meluap dan menggenangi kampung langganan banjir tersebut.
Ketinggian air di sejumlah rumah yang tergenang, Sabtu (26/3) kemarin, terpantau antara 30 cm - 50 cm. Rumah yang tergenang banjir, terbanyak ada di RT 02 dan 03. Sementara di RT 04 hanya beberapa rumah saja, itu pun hanya setinggi betis orang dewasa.
Menurut Ketua RW 20 Jaja, banjir mulai menggenangi wilayahnya sejak Kamis (24/3) malam. Warga pun langsung menyelamatkan barang-barang miliknya. Sejumlah barang yang diselamatkan paling awal adalah barang elektronik.
Meski diterjang banjir, warga Kampung Cieunteung terlihat tenang. Mereka sudah terbiasa menghadapi banjir. Apalagi banjir yang melanda sekarang ini, tergolong kecil. Namun kewaspadaan tetap dijaga warga kampung langganan banjir ini.
"Kalau masalah ketinggian air, tergantung curah hujannya. Kalau nanti terus-terusan hujan besar, air bisa meninggi. Tapi kalau hujannya kecil atau bahkan nggak ada hujan, nanti juga surut," ujar Jaja di Baleendah, Sabtu (26/3).
Jaja mengatakan, pihaknya belum mempersiapkan pengungsian bagi warganya karena ketinggian air belum membahayakan. Meski begitu, kata Jaja, prosedur kesiapsiagaan bencana tetap dilakukan.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Lurah Baleendah untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Kalau terjadi apa-apa, kami sudah menyiapkan tempat pengungsian bagi warga di GOR Baleendah," kata Jaja.
Meski belum membahayakan, tak urung banjir kali ini cukup mengganggu aktivitas keseharian warga. Pelajar yang pergi ke sekolah dan karyawan yang berangkat kerja kemarin, misalnya, terpaksa harus membuka dan menjinjing sepatunya untuk melewati jalan kampung yang tergenang air.
Tokoh masyarakat Kampung Cieunteung Mulyadi mengatakan, banjir kali ini terjadi karena aliran Sungai Citarum di dekat permukiman warga belum dikeruk. "Saya melihat banjir kali ini karena Sungai Citarumnya sudah dangkal. Seharusnya waktu musim kemarau sungainya dikeruk," ujar Mulyadi.
Banjir Rendam Puluhan Rumah
Editor: Sonny Budhi Ramdhani
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan