Laporan Wartawan Tribun Manado Kevrent Sumurung
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLMONG-
Selain wilayah Kotamobagu, Kabupaten Bolmong juga ditemukan adanya
indikasi wabah flu burung. Daerah yang sudah diinetifikasi terserang
virus tersebut yakni kecamatan desa Imanadi kecamatan Dumoga Timur.
“Ada
warga yang melaporkan kepada kami bahwa ada puluhan ayam yang sudah
mati,” ungkap Camat Dumoga Timur, Yohanis Lomban SE, Kamis (14/4).
Mendengar laporan tersebut, pihaknya kemudian melaporkan kejadian itu ke
Dinas Pertanian dan Perternakan Bolmong (Dispertanak). “Setelah
diperiksa hasilnya kesimpulan sementaranya puluhan ayam itu positif flu
burung alias H5N1,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dispertanak,
Ir Channy Wayong ME mengatakan, pihaknya akan mengambil sampel dan akan
dibawa ke Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. “Sampelnya kami akan bawa
ke laboratorium di Maros,” ungkapnya.
Dia menambahkan, petugas
lapangan Dispertanak sedang melakukan pemusnahan ayam dengan radius 200
meter. "Saya senang karna masyarakat kooperatif menyerahkan ayamnya dan
secara sukarela untuk dimusnahkan," katanya.
Ditempat terpisah,
pihak Pemerintah Kota (Pemko) Kotamobagu melalui Dinas Pertanian,
Perikanan, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (DP4K
dan KP) Kota Kotamobagu juga bekerjasama dengan Balai Besar Veteriner
(BBV) Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan, untuk melakukan
pengambilan sampel unggas diwilayah Kota Kotamobagu.
Kepala DP4K
dan KP Kotamobagu, Ir. Harjo Mokodompit ketika dikonfirmasi melalui
Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan Darat Kotamobagu, Ir. Nurahim P.
Mokogoagow, mengatakan bahwa pihaknya berinisiatif mengajukan permintaan
bantuan ke pihak BBV Maros.
Hal ini, mengingat selama
identifikasi terhadap unggas yang terjangkit virus flu burung, hanya
menggunakan cara Rapid test atau test cepat. “Dan itupun hanya dapat
dilakukan terhadap unggas yang sudah dalam keadaan mati. Dengan adanya
bantuan dari BBV Maros ini, penyebaran virus flu burung bisa di deteksi
pada unggas yang masih hidup,” terang Mokoagow.
Ia juga
mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan penangan penyebaran virus
flu burung, termasuk upaya pemusnahan terhadap unggas yang sudah
terinfeksi virus flu burung. “Kotamobagu saat ini sudah masuk dalam
status waspada flu burung, sehingga saat ini terus melakukan pengawasan
terhadap penyebaran virus flu burung, dan akan dilakukan pembagian
cairan Desinfektan diseluruh wilayah Kotamobagu,” ujarnya.
Dirinya
menghimbau, agar warga yang sering bersentuhan dengan unggas, dapat
menggunakan masker dan sarung tangan untuk mencegah penularan virus H5N1
kepada manusia. Sedangkan untuk wilayah yang telah teridentifikasi
terdapat virus flu burung, agar segera memusnahkan unggas.
Sementara
itu, seorang petugas BBV Maros, Suhardi, mengatakan, kedatangan mereka
ke Kotamobagu, untuk melakukan pengambilan sampel unggas, agar dapat
ditentukan seberapa parah penyebaran virus flu burung yang ada diwilayah
Kotamobagu. “Kami sudah mengambil Sampel di Kelurahan Gogagoman, Upai,
Biga, Kopandakan I dan Poyowa Besar I, terhadap Unggas yang mati
mendadak, termasuk unggas yang masih hidup, untuk mengetahui seberapa
parah penyebaran virus H5N1 di Kota Kotamobagu. Penanganan virus flu
burung harus dilaksanakan dengan cepat, termasuk jika nantinya unggas
yang terindentifikasi virus flu burung, harus dimusnahkan. Mudah-mudahan
dalam hasilnya akan segera kami kabarkan,” terangnya
Puluhan Ayam Mati Mendadak di Desa Imandi
Editor: Prawira
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan