TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi bom bunuh diri yang terjadi di masjid
Mapolresta Cirebon siang ini, Jumat (14/04/2011), dan mengakibatkan sekitar 15 orang luka-luka, termasuk Kapolres Cirebon Kota
Cirebon AKBP Herukoco, merupakan aksi yang sama sekali tidak dapat
ditolerir.
Hal itu dituturkan oleh Direktur Direktur the Wahid Institute, Yenny
Zannuba Wahid, dalam press release nya yang diterima Tribunnews. Dalam
press releasenya, dijelaskan bahwa Wahid Institute mengutuk
sekeras-kerasnya aksi bom bunuh diri di dalam masjid, tempat umat Islam
beribadah, dan di saat umat tengah menjalankan shalat Jumat.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa ledakan bom tersebut jelas menyiratkan
pesan yang ditujukan untuk institusi negara, dan aparat penegak hukum
sebagai reaksi atas tindakan dan kebijakan tegas, dalam memerangi
terorisme yang dianggap merugikan kepentingan dan tujuan pelaku dan
jaringan terorisme.
Sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang toleran, damai, dan menolak
tegas aksi-aksi terorisme, wahid institute juga menyatakan bahwa
pihaknya berada bersama negara dan penegak hukum, untuk terus
menjalankan amanat konstitusi dan undang-undang dalam menciptakan
keadilan dan rasa aman bagi warna negara.
"Kami mendukung langkah-langkah tegas negara, aparat keamanan dalam memerangi aksi teorisme ini," kata Yenny.
Wahid Institute Kecam Bom Bunuh Diri Cirebon
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan