News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bom Bunuh Diri Cirebon

Keraton Kanoman Tak Pernah Ajarkan Kekerasan

Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Bahrul Alam dan Kapusdokes RS Polri Kramat Jati Polri Brigjen Pol Musaddeq Ishaq saat mengumumkan ciri pelaku bom bunuh diri di Cirebon.

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Juru bicara Keraton Kanoman Raja Ratu Arimbi Nuritna mengatakan, sebagai institusi besar, Keraton Kanoman tak pernah mengajarkan perilaku kekerasan.

Hal ini bentuk klarifikasi terkait aksi Muchamad Syarif yang menjadi pelaku bom bunuh diri di masjid Al Zikro, Mapolresta Cirebon.

"Perlakuan dan sikap ini tidak pernah diajarkan keturunan Keraton Kanoman. Secara manusia ini tindakan di luar batas. Karena tidak pernah ada ajaran kami untuk membunuh diri sendiri atau melibatkan orang," ujar Arimbi kepada wartawan di rumahnya, Senin (18/4/2011). 

Terkait aksi Syarif, sambung Arimbi, adalah perbuatan personal. Dalam hal ini Keraton Kanoman sebagai institusi tidak bisa dihubungkan.

Pasalnya, kendati Syarif keturunan keraton dari garis ibunya, Sri Mulat, tapi sudah keluar karena menikahi rakyat biasa. Sejak itu, kehidupan Sri Mulat seperti orang biasa dan bukan tanggungjawab keraton.

"Dari silsilah dia sangat jauh sekali. Karena sejak keluar dari kerarton sudah masing-masing. Jadi secara lahiriah dia betul anak Ibu Ratu Sri Mulat. Karena dia menikah dengan orang luar, putranya tidak boleh bergelar Elang. Jadi dia sudah tercampur," terangnya.

Kepala Bagian Penerangan Umum Kombes Boy Rafli Amar memastikan, Syarif terbukti pelaku peledakan bom bunuh diri. Ia tewas karena bom yang dibawanya.

Sebanyak 30 orang jatuh luka dari berat, ringan dan sedang. Salah satu korban adalah Kapolresta AKBP Herukoco. Dari tubuhnya, ditemukan tak kurang 50 serpihan bom.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini