TRIBUNNEWS.COM,
CIREBON - Agung Nur Alam (25), satu dari empat terpidana pengrusakan
minuman keras di tiga minimarket Alfamart di kotamadya Cirebon, mengakui
memiliki laptop yang pernah disita pihak kepolisian.
Laptop tersebut
disita bersama tiga kardus buku dan beberapa helai baju gamis dari
rumahnya di Rt 03/03, Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi.
"Laptop
itu punya saya. Cuma isinya memang ada yang dapat dikasih sama MS. MS
pandai download dari internet. Saya dikasih CD (compact disc) sama dia.
Ada film perang di Irak, jihad di Aceh. Dia cuma kasih saja. Kebetulan
dia punya kelebihan download film-film dari internet," ujar Agung saat
ditemui di rumahnya, Rabu (20/4/2011).
Agung terlibat
pengrusakan Alfamart bersama Muchamad Syarif. Bedanya, Agung dan keempat
temannya Setiawan, Sueb, Ovan Irawan, Sigit Wuryanto ditangkap pihak
Kepolisian Resor Kota Cirebo, dua haris pascapengrusakan. Penangkapan
kelimanya setelah teman Agung, Sigit ditangkap lebih dulu. Dari sini,
Agung dan teman-temannya ditangkap.
Sementara menurut Agung,
Syarif yang saat itu ikut aksi melarikan diri bersama tiga orang
teman-teman dari gabungan remaja masjid Amar Makruf Nahi Munkar. Syarif
dinyatakan masuk daftar pencarian orang.
Menurut sumber Tribunnews.com,
laptop itu bukan milik Agung, tapi milik Syarif. Setelah bebas, Syarif
menagih laptopnya dari Agung, di pintu keluar Rutan Pelabuhan.
Namun
Agung membantah kalau laptop itu milik Syarif. Pasalnya, kendati disita
pihak kepolisian, laptop tersebut tak terkait dengan aksi pengrusakan
miras di Alfamart, makanya tak masuk barang bukti.
Menurut Agung,
sebelum bebas, laptop dan barang-barangnya yang disita sudah
dikembalikan pihak kepolisian kepadanya.
Agung juga membantah
jika saat keluar bebas, bersama tiga temannya, dijemput oleh Muchamad
Syarif dan Ketua GAPAS (Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat) Andi
Mulia, dan langsung naik angkot. Setelah kejadian penangkapan karena
kasus pengrusakan Alfamart sampai bebas belum genap dua bulan ini, Agung
tak tahu sama sekali kabar Syarif.
"Enggak ada jemputan sama
almarhum (Syarif) waktu bebas. Saya kontak terakhir pas peristiwa
minimarket. Kalau keluar bebas, saya dijemput keluarga, istri, dan
bapak. Juga beberapa teman-teman remaja masjid yang tidak ikut aksi
pengrusakan," imbuh sarjana jurusan Pendidikan Agama Islam, fakultas
tarbiyah ini.
Sementara itu Kapolda Jawa Barat Inspektur
Jenderal Suparni Parto saat dihubungi wartawan Rabu pagi, laptop dalam
kasus Alfamart masih di tangan Polresta Cirebon.
"Laptop sekarang sudah
kembali ke Polres Cirebon untuk kepentingan penyidikan," kata Suparni.
Agung Akui Laptopnya Pernah Disita Polisi
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan