TRIBUNNEWS.COM,
CIREBON - Hampir 200 organisasi massa gabungan kota Cirebon melakukan
demonstrasi keliling kota. Mereka berorasi menolak jenazah almarhum
Muchamad Syarif, pelaku peledakan bom bunuh diri masjid Al Zikro,
komplek Mapolresta Cirebon, Jumat pekan lalu. Syarif tewas seketika
dengan melukai 30 orang.
Dengan puluhan motor dan belasan
kendaraan roda empat, gabungan ormas ini mengawali konvoi dari depan
Balaikota Cirebon, melewati kampung Astanagarib, Pekalipan, tempat
tinggal Syarif, lalu menuju pemakaman Sunan Gunung Jati, di Kabupaten
Cirebon, Kamis (21/4/2011).
Teguh salah satu anggota LSM Gapura
kepada wartawan mengungkapkan, alasan penolakan jenazah Syarif. "M
Syarif tidak sesuai dengan wasiat Sunan Gunung Jati, yang menitipkan
mushala dan fakir di akhir hidupnya. Karena itu kami menolak," ujar
Teguh.
Sementara itu anggota LSM lainnya Reno, menampik jika demo
keliling kota Cirebon adalah unjuk gigi dan mencari popularitas.
Menurutnya, Syarif sudah mencoreng wajah kota Cirebon karena aksinya. Ia
mengklaim sudah mengirimkan surat ke Mabes Polri yang isinya menolak
jenazah Syarif dimakamkan di Cirebon.
"Untuk itu kami mengimbau
siapa pun yang melihat dan menemukan jasadnya M Syarif di kota Cirebon,
kita akan bongkar. Kita akan buang ke laut. Itu pun kalau diterima di
laut Cirebon," ujar Reno kesal. Sehari sebelumnya, beberapa tempat
pemakaman umum di kota Cirebon, juga menolak jenazah Syarif.
Gabungan Ormas Cirebon Tolak Jenazah Syarif
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan