TRIBUNNEWS.COM - Kebakaran berulang merupakan fenomena ketika titik api muncul dan menyala kembali di lokasi yang sama secara berturut-turut dalam waktu berdekatan.
Kasus ini paling sering dipicu oleh dua faktor, pertama kelalaian yang tidak disadari, seperti bara api yang belum padam sepenuhnya.
Kedua, kondisi alam atau lingkungan yang ekstrem, di antaranya kebocoran gas metana dan gambut kering.
Baru-baru ini fenomena tersebut terjadi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Rumah seorang warga di Padukuhan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, dilanda kebakaran berulang kali.
Dilaporkan sudah lebih dari 40 kali api muncul secara acak di rumah milik Mutfiana.
Kebakaran pertama terjadi pada Sabtu (23/5/2026) dini hari dan terus berlanjut hingga Kamis (28/5/2026). Titik api muncul di lokasi acak.
Pada Kamis sekitar pukul 14.50 WIB, api membakar helm dan styrofoam yang berada di atas akuarium ruang depan rumah tersebut.
Hari sebelumnya, Rabu (27/5/2026) sekira pukul 23.00 WIB, api membakar barang yang diletakkan di gagang pintu kamar tengah.
Barang itu berupa handuk merah yang kemudian terbakar dan jatuh ke lantai.
Baca juga: Warga Sleman DIY Mengaku Diteror Api Misterius: 15 Titik Kebakaran di Rumah
Rentetan kejadian ini menyisakan misteri bagi penghuni rumah.
Sebab, titik api muncul di lokasi acak dan berpindah-pindah di berbagai sudut rumah selama hampir satu minggu.
Mutfiana mengatakan tim pemadam kebakaran (Damkar) sempat berjaga di rumahnya ketika titik api muncul dan membakar boneka anaknya, Minggu (24/5/2026).
Kejadian kemudian dilaporkan ke Gegana Polda DIY.
Tak berselang lama, tim Gegana datang melakukan pemeriksaan di seluruh area rumah.
Baca tanpa iklan