TRIBUNNEWS.COM,
JAKARTA - Saat mengembangkan penyidikan terhadap anggota kelompok bom
bunuh diri Mapolresta Cirebon Jawa Barat, Muchammad Syarif, kepolisian
justru menemukan fakta baru.
Ternyata, anggota kelompok Syarif
yang bernama Ishak Andriana alias Abu Sifa, sempat melakukan pertemuan
dengan dua buronan anggota jaringan teroris Klaten, Endut dan Irwan,
sebelum Syarif meledakkan diri Mapolresta Cirebon pada 15 April 2011,
lalu.
Karenanya, Densus Antiteror 88 Polri menangkap Ishak pada
Jumat (6/5/2011) di Boyolali, dengan menyembunyikan DPO, Endut dan
Erwan.
"Mereka yang dulu DPO kelompok Klaten ini ketemu sama
mereka kemarin. Itu sebelum (bom Mapolresta Cirebon meledak)," kata
Kabag Penum Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta,
Senin (9/5/2011).
Boy menjelaskan, Endut dan Irwan termasuk
orang-orang yang ikut meletakkan sejumlah bom di beberapa pos polisi dan
tempat ibadah, di Klaten pada akhir 2010 hingga awal 2011.
Menurut
Boy, Endut dan Irwan adalah anak buah Sigu Samboja alias Soghir. Endut
dan Irwan juga diduga ikut dalam penembekan pos polisi Desa Kentengrejo
Polsek Purwodadi Kabupaten Purworejo 9 April 2010, yang menewasan dua
petugas jaga, Bripda Wagino dan Briptu Iwan Eko Nugroho.
"(Endut dan
Irwan) termasuk ikut bersama-sama melakukan aksi teror saat itu,"
imbuhnya.
Boy tak menjawab, saat ditanya soal rencana maupun
materi pertemuan Ishak, Endut dan Irwan sebelum Syarif meledakkan diri
di Mapolresta Cirebon.
Sejumlah pelaku bom di Klaten tersebut
telah ditangkap dan divonis bersalah. Soghir divonis delapan tahun
penjara karena merencanakan peledakan Kedutaan Besar Denmark.
Sebelumnya, Soghir dipenjara karena terlibat dalam pengeboman Kedutaan
Besar Australia di Jakarta, 9 September 2004.
"Kalau ditanyakan antara grup Soghir itu ada kaitannya atau enggak, saya katakan tidak secara langsung," jelas Boy.
Ishak Temui Dua DPO Kelompok Klaten
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan