News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadhan 2011

Pasar Kembang Marak Di Balikpapan

Editor: Yulis Sulistyawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pedagang kembang di Taman Pemakaman Umum (TPU) jelang Ramadhan

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Banyaknya masyarakat yang berziarah ke TPU menjadi kesempatan bagi warga sekitar makam untuk membuka pasar kembang.  Mereka menawarkan bunga setaman untuk nyekar maupun jasa untuk membersihkan makam. Deretan penjual bunga terlihat di pinggir jalan sekitar TPU hingga pintu gerbang makam.

Disekitar TPU KM0,3 misalnya, banyak warga yang berjualan bunga tepat di depan pintu masuk TPU. Syaifudin, warga setempat mengaku sudah seminggu ini berjualan bunga. "Ini saya dapat dari membeli dari orang-orang, sebagian lagi saya minta dari tanaman orang," jelas Udin panggilan sehari-harinya.

Syaifudin sebenarnya seorang sopir angkot, namun dirinya melihat peluang saat banyak warga yang berziarah. "Saya sebenarnya sopir angkot, tapi saya lihat banyak yang jualan bunga ya saya ikuti," jelasnya sambil menunjukkan mobil angkot tidak jauh dari tempatnya berjualan.

Tidak hanya itu, Syaifudin datang bersama anaknya yang masih mengenakan seragam sekolah untuk menjadi tukang parkir. "Tapi itu maunya dia sendiri, mungkin dia mau cari-cari uang tambahan buat jajan," ujarnya. Saat ditanya keuntungan yang didapat dari menjual bunga Udin enggan menjawab. "Cukuplah buat tambah-tambah beli beras," kilahnya.

Rata-rata pedagang menjual bunga dengan kisaran harga Rp 2.500 hingga Rp 3000. "Murah saja kok mas, cuma Rp 3000," ujar Sutinah pedagang kembang. Sutinah mengatakan selama ini dirinya memang berjulan kembang di Pasar Rapak. "Saya memang sudah lama jualan kembang di sebelah (Pasar Rapak)," katanya sambil menunjuk pasar yang dimaksud.

Sejumlah anak-anak juga menawarkan jasanya menjadi juru parkir, sebagian lagi menawarkan jasa untuk membersihkan makam. "Pulang sekolah langsung ke sini om, jaga parkiran," kata Wandani yang masih duduk di kelas lima sekolah dasar. Dani mengaku mendapat uang Rp 30.000 hari itu.

"Uangnya buat dikasi ke mamak, sebagian buat jajan di sekolah," ujarnya polos. Dani juga mengatakan dirinya tidak sendiri menjaga tempat parkir. "Gantian om jaganya, kalau sudah dapat banyak gantian sama yang nyapu di dalam (TPU), saya gantian nyapu," jelasnya. Namun Dani mengatakan lebih banyak mendapat untung menjaga tempat parkir daripada menyapu makam.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini