Laporan Wartawan tribun pontianak, Ali Anshori
TRIBUNNEWS.COM, SINTANG - Bupati Sintang Milton Crosby berharap masyarakat yang ada di wilayah perbatasan dapat lebih bersabar untuk menunggu pembangunan yang telah diprogramkan pemerintah.
Belum adanya pembangunan sarana prasaran di wilayah perbatasan bukan berarti pemerintah tidak peduli.
"Karena memang kita masih mengalami keterbatasan anggaran, kita terus berusaha untuk memperjuangkan pembangunan di wilayah perbatasan," kata bupati, Rabu (3/8/2011).
Bupati tidak menampik, bahwa insfrastruktur di perbatasan masih belum memadai, akan tetapi tidak benar jika sampai saat ini dikatakan tidak ada pembangunan sama sekali yang dilakukan pemerintah.
"Bahkan wilayah perbatasan ini selalu menjadi prioritas, hanya memang semuanya tidak bisa instan melainkan butuh proses, karena sesuai dengan kemampuan (anggaran) kita," kata Bupati.
Pemkab Sintang, kata Bupati, sudah sering kali mengusulkan pembangunan kepada pemerintah pusat.
Namun karena banyak daerah yang memerlukan pembangunan maka dana yang terbatas itupun harus dibagi-bagi.
"Ada skala prioritas, dan perbatasan sebenarnya masuk wilayah yang menjadi prioritas, namun yang menjadi persolan sekarang ini karena terbatasnya anggaran yang dimiliki pemerintah, kita paksakan pun tak akan mampu," pungkasnya.
Sebelumnya, seperti yang diutarakan Kades Mungguk Gelombang, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, masyarakat sekitar mengancam akan melakukan eksodus besar-besaran ke negara tetangga dan mengibarkan bendera Malaysia jika tak ada perhatian yang diberikan pemerintah daerah maupun pusat ke wilayah tersebut.
Selama ini, sudah banyak pejabat pemerintah yang datang ke Ketungau Tengah melihat dari dekat kondisi daerah maupun infrastruktur yang ada, namun selama ini pejabat yang datang hanya menebar janji-janji, tanpa adanya realisasi membangun daerah tersebut.
Ketungau Tengah termasuk wilayah terjauh Kabupaten Sintang. Daerah tersebut masih terkendala berbagai infrastruktur, terutama jalan, jembatan, air bersih, listrik, dan sarana pendidikan.
Baca tanpa iklan