Laporan Wartawan Surya
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Rois Alhukama, yang dituding sebagai pihak yang menyuruh warga melakukan pembakaran, mengaku, peristiwa pembakaran tersebut merupakan tindakan spontanitas warga, dan dirinya sama sekali tidak terlibat.
Malah selama ini ia dianggap melindungi Tajul sebagai saudaranya, karena tidak bisa menghentikan ajaran Tajul yang ditolak warga.
“Saya sudah berulang kali mengimbau warga agar jangan bertindak anarkis. Tapi apa boleh buat, mereka yang berbuat di luar sepengetahuan saya, karena saya dari tadi ada di rumah. Saya ini ibarat makan buah simalakama. Membiarkan Tajul dianggap membela saudara, menasihati Tajul dituduh benci,” papar Rois saat ditemui Surya (Group Tribunnews.com), Kamis (30/12/2011).
Ia mengakui, ibu kandungnya, Khairul Ummah (55) datang menemui dirinya dan meminta warga tidak berbuat sesuatu pada Tajul dan pengikutnya.
Ia menjelaskan, tidak perlu ibunya meminta asalkan Tajul menghentikan dulu menyebarkan ajaran.
“Saya katakan pada Ibu, jangan saya dan masyarakat yang disuruh diam, tapi tolong beritahu Kak Tajul dan pengikutnya agar berhenti menyebarkan ajaran yang menyimpang itu. Jika sudah terjadi seperti ini, bukan hanya saya dan keluarga yang jadi korban. Warga juga ikut menanggung akibatnya,” imbuh Rois.
Baca tanpa iklan