News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rusuh di Sampang

Warga Melakukan Pembakaran di Luar Sepengetahuan Saya

Editor: Anwar Sadat Guna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sejumlah anggota kepolisian Resor Sampang memperhatikan puing puing sisa pembakaran yang dilakukan oleh ratuan massa bersenjatakan tajam berupa celurit, gobang membakar empat rumah, sekolah, tempat ibadah dan toko hingga rata dengan tanah. di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang, Kamis. (29/12/2011) saat ini kasusnya ditangani Kepolisian Resor Sampang. (SURYA/Muchin Rasyid)

Laporan Wartawan Surya

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Rois Alhukama, yang dituding sebagai pihak yang menyuruh warga melakukan pembakaran, mengaku, peristiwa pembakaran tersebut merupakan tindakan spontanitas warga, dan dirinya sama sekali tidak terlibat.

Malah selama ini ia dianggap melindungi Tajul sebagai saudaranya, karena tidak bisa menghentikan ajaran Tajul yang ditolak warga.

“Saya sudah berulang kali mengimbau warga agar jangan bertindak anarkis. Tapi apa boleh buat, mereka yang berbuat di luar sepengetahuan saya, karena saya dari tadi ada di rumah. Saya ini ibarat makan buah simalakama. Membiarkan Tajul dianggap membela saudara, menasihati Tajul dituduh benci,” papar Rois saat ditemui Surya (Group Tribunnews.com), Kamis (30/12/2011).

Ia mengakui, ibu kandungnya, Khairul Ummah (55) datang menemui dirinya dan meminta warga tidak berbuat sesuatu pada Tajul dan pengikutnya.

Ia menjelaskan, tidak perlu ibunya meminta asalkan Tajul menghentikan dulu menyebarkan ajaran.

“Saya katakan pada Ibu, jangan saya dan masyarakat yang disuruh diam, tapi tolong beritahu Kak Tajul dan pengikutnya agar berhenti menyebarkan ajaran yang menyimpang itu. Jika sudah terjadi seperti ini, bukan hanya saya dan keluarga yang jadi korban. Warga juga ikut menanggung akibatnya,” imbuh Rois.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini