TRUBUNNEWS.COM, MANADO - Kemarin, mulai pukul 17.00 Wita, penyidik Polsek Urban Malalayang mengambil keterangan istri Winzy, Juriani Saroingsong, Kapolsek Malalayang AKP Adrian Syah melalui Kasat Reskrim Iptu Rudi Raranta mengatakan, Julria dipanggil hanya dimintai keterangannya sebagai saksi.
Menurut Raranta, istri Winzy mengaku telah pisah ranjang dengan tersangka Winzy sejak Juli 2011. Dikatakan, Juriani menceritakan selama 4 tahun menikah dia merasa tersiksa karena tersangka Winzy sering menganiayanya, bahkan gaji istrinya yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Perkebunan Minahasa Selatan selalu diambil oleh tersangka.
"Menurut pengakuan Ria (Juriani), tersangka sering melakukan KDRT kepadanya, bahkan gajinya sering diambil tersangka,"kata Raranta.
Uniknya menurut Raranta, walaupun telah pisah namun pada hari Sabtu, tersangka sempat mengirim Short Massage Service (SMS) kepadanya dan meminta Ria jika ada polisi yang bertanya kepada Ria tentang hubungan rumah tangganya Ria harus menjawab tidak ada masalah.
Selain meminta keterangan Ria, penyidik juga memanggil mantan atasan tersangka, Kasat Pol PP Minsel ,Nofriet Ransulangi, dan Adri Mokong, rekan kerja tersangka. Rarantah menyebutkan menurut pengakuan kedua saksi tersebut tersangka orangnya tertutup, tidak disiplin dan jarang masuk kerja walaupun telah beberapa kali diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan pembinaan displin.
Raranta menambahkan kemarin selain memeriksa ketiga saksi tersebut penyidik juga dijadwalkan memintai keterngan orangtua korban namun sayangnya tidak sempat hingga ditunda hari ini.
"Sebenarnya hari ini (kemarin) kami telah siapkan barang-barang korban yang tidak berhubungan dengan kasus untuk dikembalikan kepdsa orangtua korban setelah pemeriksaan namun sayangnya tidak sempat, kami juga tidak bisa memaksa keluarga korban yang masih dalam suasana berduka, jadi mudah-mudahan besok (hari ini),"kata Raranta
Seperti diberitakan sebelumnya, Winzy menjadi tersangka tunggal kasus pembunuhan Lindy Melissa Pandoh (26), warga Tongkaina. Lindy ditemukan tewas mengenaskan denganbelasan luka tikaman di dalam mobil Avansa DB 4026 QJ yang di parkir di depan Tugu Boboca Pantai Malalayang.Menurut pengakuan Winzy, dia menghabisi korban karena menolak diajak berhubungan intim dan terus minta uang sebesar Rp 1 juta dalam perjalanan dari Amurang menuju Manado, tepatnya di Desa Mokupa pada Jumat 20 Januari 2012.
Baca tanpa iklan