TRIBUNNEWS.COM, JAMBI – Indra (53) warga Jalan Sumatera, Kecamata Kotabaru, Kamis (16/2) pukul 15.00 diamankan oleh satuan Jatanras, Subdit III Ditreskrimum Polda Jambi. Ia ditangkap karena telah mengambil uang senilai RP 134 juta dari Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik RR Nully Kawuri.
Ironisnya, Nully tak lain orangtua dari siswa yang ikut les privat kepada Indra. Nully warga Jalan Serindit 2 RT 9 Nomor 69, Kelurahan Wijayapura, Kecamatan Jambi Selatan.
Kasubdit III Jatantas Polda Jambi AKBP Yohanes Herry mengatakan, Indra diamankan oleh petugas setelah pihaknya mendapat laporan dari korbanya RR Nully. Laporannya tecatat LP/B41/II/2012/Jambi mengenai kehilangan uang di dalam ATM pada tanggal 14 Februari.
Dalam laporan itu korban pada 8 Februari 2012 sebelumnya mengambil uang Rp 1 juta di ATM di halaman Supermarket Meranti, Talang Banjar. Selang lima hari kemudian, kartu ATM nya tidak ada.
Selanjutnya, korban mendatangi Kantor Bank Mandiri tentang kehilangan ATM tersebut. Sesampainya di bank ia meminta petugas untuk memblokir ATM dan melihat dananya yang ada di ATM. Setelah dicek, ia terkejut. Korban melihat uangnya senilai Rp 219 juta tinggal tersisa Rp 75 juta .
Menurut AKBP Yohanes, berdasarkan data dari bank pihaknya kemudian melakukan penyelidikan dengan pengecekan ke berbagai tempat seperti toko emas, toko HP dan toko Kamera.
"Kita dapati ciri-ciri pelaku yang tak lain adalah guru les anak korban,” katanya.
Dari rumah pelaku polisi menyita uang Rp 1 juta, beberapa HP dan kamera yang diduga dibeli dengan menggunakan uang hasil curian. Polisi kini masih mendalami kasus ini.
Sementara itu pelaku belum dapat dimintai keterangan oleh wartawan, penyidik beralasan masih melakukan pemeriksaan. Korban Nully ketika ditemui wartawan di Mapolda Jambi mengatakan dirinya terkejut mengetahui pelaku adalah guru les privat Bahasa Inggris anaknya yang baru bekerja selama dua bulan.
“Saya minta polisi mengusut kasus ini , saya mengalami kerugian uang ratusan juta,” ujarnya.
Terakhir kali , terang Nully tersangka pada tanggal 13 Februari menggunakan ATM nya untuk membeli emas senilai Rp 50 juta. Dan, pelaku membeli emas beberapa menit sebelum ia memblokir ATM nya. (udi)
Baca tanpa iklan