News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Yusril: Perhitungan Suara Pilgub Babel Belum Selesai

Penulis: Yulis Sulistyawan
Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kubu Yusron-Yusroni, peserta Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung, mendesak KPU Provinsi Bangka Belitung agar memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa hingga kini proses penghitungan suara belum selesai. Sehingga belum ada pemenang Pemilukada yang diselenggarakan 23  Februari lalu.

Demikian disampaikan oleh Tim Kuasa Hukum Yusron-Yusroni, Yusril Ihza Mahendra dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (25/2/2012).

Desakan ini disampaikan Yusril karena publikasi besar-besaran yang dilakukan oleh pasangan Eko Maulana Ali-Rustam Effendi, baik melalui media cetak maupun sms, memberikan gambaran seolah-olah pasangan ini adalah pemenang Pemilukada di Bangka Belitung 2012. 

"Padahal, proses penghitungan perolehan suara masih berlangsung dan belum final serta ditetapkan oleh KPU Provinsi" tulis Yusril yang juga kakak kandung Yusron Ihza Mahendra.

Dijelaskan Yusril, dalam proses penghitungan itu ada sejumlah masalah yang masih menggantung. Yakni sah tidaknya coblosan tembus secara simetris, mengingat banyak pemilih yang tidak membuka seluruh surat suara, sehingga coblosan mereka menembus lembaran surat suara.

KPU Provinsi Babel, menurut Yusril, seharusnya segera memutuskan hal ini. Kalau coblosan tembus simteris itu sah, maka mau tidak mau harus dilakukan penghitungan ulang.

"Dengan demikian, maka sampai saat ini, siapa pemenang Pemilukada memang belum jelas. Pasangan Yusron-Yusroni mengkhawatirkan publikasi besar-besaran Kubu Eko-Rustam seolah-olah mereka sudah menjadi pemenang berdasarkan Quick-Count, akan menggiring KPU Provinsi untuk mengarahkan pemenang kepada kedua pasangan ini," lanjut Yusril.

Menurutnya, publik juga akan bingung, kalau dalam persepsi mereka telah terbentuk pemahaman bahwa Eko-Rustam adalah pemenang, sementara KPU mengumumkan sebaliknya setelah menyelesaikan proses penghitungan.

"Cara-cara seperti ini tidak memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Sebaliknya malah akan menimbulkan ketegangan kepada masing-masing pendukung dalam Pemilukada kali ini," lanjut Yusril.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini