News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bocah di Lampung Pernah Disuruh Makan Bangkai Ayam

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Muhammad Rivaldo dan ibunya, Usmawati.

Laporan wartawan Tribun Lampung, Robertus Didik

TRIBUNNEWS.COM, PRINGSEWU - Muhammad Rivaldo kerap mendadak kejang jika penyakitnya kambuh. Badannya berubah warna menjadi biru, demikian juga bibir dan ujung-ujung jarinya. Napasnya juga sesak.

Jika Sudah begitu, Usmawati (42), ibu bayi berumur 28 bulan hanya bisa menangis pasrah. Begitu pula Muhammad Khotif (42), suami Usmawati.

Keduanya tidak bisa berbuat apa-apa, lantaran tidak punya uang untuk membawa Rivaldo ke rumah sakit.

Hampir setiap malam Rivaldo mengalami hal itu, sejak usianya empat bulan. Badannya terlihat kurus. Semestinya, Rivaldo sudah bisa berjalan seperti bocah seusianya.

Namun, dia hanya bisa merangkak. Rivaldo juga belum bisa melafalkan kata-kata dengan jelas (cadel). Menurut Khotif, putranya mengalami masalah pada jantungnya.

”Informasi dari dokter, jantungnya bocor,” jelasnya singkat.

Khotif mengaku sempat membawa Rivaldo ke dokter praktik spesialis anak dan ke rumah sakit swasta. Itu karena ia ragu dengan penanganan tenaga medis di Puskesmas atau rumah sakit pemerintah.

Kini, ketika uangnya habis, Khotif hanya pasrah melihat Rivaldo kejang-kejang. Putranya juga kerap ia bawa berobat alternatif. Bahkan, 'orang-orang pintar’ pun ia datangi.

Berbagai syarat yang diminta pun sudah dijalankan, termasuk memberi Rivaldo makan bangkai ayam. Namun, Rivaldo tetap tak kunjung sembuh.

Saat ini, Khotif hanya ingin dokter ahli jantung yang menangani Rivaldo, sesuai penyakit yang diderita putranya.

Sayangnya, di Pringsewu, kabupaten tempat keluarga itu berdomisili, belum ada dokter seperti yang dimaksud.

Khotif mengaku, putranya sudah berulang kali muncul di media massa di Lampung. Ia juga sering dapat bantuan dana dari pihak swasta, tapi habis untuk membeli obat yang dikonsumsi Rivaldo, demi memperpanjang hidupnya.

Atas mencuatnya pemberitaan itu, pemerintah setempat pernah berjanji mengupayakan kesehatan putranya, tapi hingga saat ini Rivaldo belum tersentuh pelayanan kesehatan yang layak.

Alhasil, pria yang hanya bekerja sebagai penyalur jasa pembantu, pasrah merawat Rivaldo di rumah kontrakannya seharga Rp 3 juta per tahun, di Kelurahan Pringsewu Utara, Kecamatan Pringsewu. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini