News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dituduh Separatis

Ketua DPRD Puncak Jaya Gugat Pejabat TNI

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua DPRD Kabupaten Puncak Jaya Papua Nesco Wonda merasa terhina dan terpukul setelah dituduh terlibat dalam aksi-aksi gerakan kelompok separatis bersenjata di Mulia oleh Perwira Penghubung Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Infanteri Ahcmad

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Chanry Andrew Suripatty

TRIBUNNEWS.COM, JAYAPURA – Ketua DPRD Kabupaten Puncak Jaya Papua Nesco Wonda merasa terhina dan terpukul setelah dituduh terlibat dalam aksi-aksi gerakan kelompok separatis bersenjata di Mulia oleh Perwira Penghubung Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Infanteri Ahcmad.

Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Puncak Jaya, Papua Nesco Wonda kepada Tribunnews di Jayapura, (Sabtu 26/5/2012). Menurut Nesco tuduhan dan ancaman dari sang perwira menengah Kodam tersebut terjadi saat kejadian penembakan terhadap warga sipil yang dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya Kamis(17/5/2012) lalu yang menyebabkan satu tukang ojek atas nama Arkilaus Refwatu tewas dan tiga warga sipil lainnya mengalami luka-luka.

Nesco dituduh oleh Perwira penghubung Mayor Infanteri Acmad bahwa dirinya terlibat dalam serangkaian aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata di Mulia dan memimpin rapat-rapat gelap untuk membunuh warga di Mulia,

”Sangat disayangkan sekali yang terjadi tanggal 17 kemarin bahwa rapat-rapat untuk membunuh orang yang dilakukan oleh kelompok yang bikin kacau seoala-olah saya yang pimpin, saya ini Wakil rakyat untuk apa saya buat hal-hal begitu ” jelas Nesco tanpa memberitahu dengan cara apa tuduhan itu disampaikan kepada dirinya.

Nesco menganggap tuduhan Perwira Penguhubung tersebut sangat disayangkan dimana dirinya selaku anak daerah Puncak jaya sama sekali tidak mempunyai kepentingan politik apapun dalam kasus-kasus separatis bersenjata yang terjadi di Mulia, Puncak Jaya.

”Saya ini anak daerah saya tidak pernah punya kepentingan apa-apa dalam kasus-kasus yang terjadi di Mulia beberapa waktu terkahir, mereka (TNI.red) tahu siapa musuh mereka, kenapa saya harus dituduh-tuduh seperti itu”ujar Nesco Wonda yang juga politisi asal Demokrat ini.

Lebih lanjut Nesco mengatakan bahwa atas tuduhan yang dianggap fitnah bagi dirinya itu ,Nesco telah menghubungi Perwira Penghubung tersebut dan meminta klarifikasi dan hingga kini belum mendapat tanggapan dari si Perwira tersebut,dan apabila tuduhan itu tidak terbukti maka Nesco akan melayangkan gugatan secara hukum atas hal tersebut.

”Saya sudah SMS perwira itu dan minta dia supaya siapkan bukti, dia jangan tuduh sembarangan dan saya harap dia siapkan bukti-bukti kalau memang saya terlibat, tapi kalau tidak maka saya akan tempuh jalur hukum yang berlaku dinegara ini,”kata Nesco.

Selain itu Nesco mengatakan hingga saat ini, dirinya sebagai pejabat dan wakil rakyat serta segenap pejabat pemerintahaan yang ada di Mulia sudah berupaya melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan konflik di Mulia, namun semua itu bukan hanya tanggung jawab kami sebagai pejabat di daerah, namun juga tanggung jawab aparat keamanan yang ditugaskan di daerah mulia, bagaimana menyelesaikan konflik di daerah Puncak Jaya dengan formula yang baik.

”Kami ini pejabat di daerah sudah berupaya maksimal urus untuk konflik di mulia cepat selesai, tapi kan bukan kami saja yang bekerja, aparat sudah banyak di daerah kita yang didatangkan dari luar, bagaimana cara mereka untuk bersama-sama kami untuk selesaikan konflik ini dengan,”katanya.

Nesco mengatakan dirinya akan segera menghadap Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI. Erwin Syafitri untuk membicarakan kasus tersebut dan dirinya juga akan secara tegas meminta kepada pimpinan TNI di Papua itu untuk menarik Perwira Penghubung Mayor Infanteri Acmad untuk ditarik dari Puncak Jaya.

”Saya dalam waktu dekat akan bertemu Pangdam dan meminta oknum perwira tersebut ditarik dari Mulia saja, karena saya rasa dengan menuduh saya seperti itu kerjasama antara saya dan aparat sudah tidak harmonis lagi dan hal itu yang akan saya katakana kepada Pangdam biar diganti dengan perwira yang bisa bekerjasama membangun daerah Puncak Jaya dengan baik,”terangnya.

Untuk situasi terkahir di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya Papua, Nesco mengatakan bahwa situasi di Mulia sudah sangat kondusif, dan dirinya memberikan apresiasi yang sangat tinggi untuk kinerja Kapolres Puncak Jaya AKBP Marselis.S yang walaupun baru saja menjabat dua bulan di Mulia namun telah melakukan berbagai langkah-langkah persuasif untuk menyelesaikan konflik di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Sementara itu, Kapendam XVII Trikora Kolonel Inf Alie Bogra yang dihubungi tribunnews melalui telepon selulernya mengatakan bahwa kasus tersebut masih perlu di buktikan lagi dan Kapendam masih akan mengecek kejelasan adanya tuduhan dan ancaman yang diduga dilakukan oleh anak buahnya di Mulia tersebut.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini