Yaitu, kolaborasi studi populasi orangutan, alokasi kawasan konservasi sebagai habitat orangutan, kolaborasi monitoring dan patroli, kampanye tentang orangutan, pengelolaan kawasan konservasi, penegakan hukum, juga translokasi.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim, melalui Yoyok Sugianto, mengatakan bahwa pihaknya siap untuk membantu bilamana terjadi konflik antara perusahaan dengan orangutan. BKSDA telah membentuk Satgas Penanggulangan Konflik Manusia-Satwa Liar, Tim Koordinasi Penanggulangan Konflik Manusia-Satwa Liar, juga Satgas Penyelamatan Orangutan.
Meskipun demikian, BKSDA juga memiliki kendala dalam tugas. Diantaranya jumlah personil yang terbatas dengan wilayah tugas yang sangat luas, beragamnya permasalahan yang dihadapi (bukan semata orangutan, red), juga sulitnya mencari lokasi translokasi orangutan yang telah diselamatkan. (kholish chered)
Baca tanpa iklan