Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNNEWS.COM NUNUKAN- Banjir kembali melanda sejumlah desa di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan. Bahkan ketinggian air maksimum mencapai lebih dua meter dari permukaan normal Sungai Sembakung.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Muhammad Amin menjelaskan, empat desa yang terendam banjir meliputi Desa Atap, Desa Lubakan, Desa Tagul serta Desa Manuk Bungkul.
“Paling tinggi di Desa Lubakan. Ketinggian air sekitar dua meter dari air normal. Kalau di Desa Atap yang tenggelam di RT 4, RT 5, RT 6, RT 7 yang tenggelam. Rumah-rumah banyak yang kemasukan air” ujarnya, Rabu (6/6/2012).
Banjir di Desa Lubakan merendam 126 rumah, di Desa Tagul sebanyak 117 rumah, Desa Atap sekitar 300 rumah sementara Desa Manuk Bungkul mencapai 47 rumah.
“Jumlah korban sekitar 1.000 kepala keluarga,” ujarnya.
Meskipun rumahnya terendam banjir, namun tak ada warga yang mengungsi. Banjir yang terjadi setiap tahun membuat mereka lebih siap menghadapi musibah tersebut.
“Di setiap rumah, mereka membuat para-para. Sehingga kalau air masuk mereka bisa naik ke sana. Kemudian masyarakat juga sudah siap mengungsi di sekitar kanal jika air terus naik,” ujarnya.
Selain merendam rumah, banjir kiriman dari Sungai Pensiangan yang menyebabkan meluapnya Sungai Sembakung itu juga merendam 70 hektare padi sawah yang tak lama lagi berisi.
Amin menjelaskan, banjir terjadi sejak 26 Mei lalu. Namun pihaknya baru mendapatkan laporan dari Camat Sembakung pada 29 Mei. Mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung bergerak cepat dengan mengerahkan sejumlah personil.
Pemerintah Kabupaten Nunukan juga memberikan bantuan kepada korban banjir berupa 1.000 kilogram gula, teh dan telur serta beras sebanyak tiga ton.
“Dari perusahaan juga ada yang memberikan bantuan,” ujarnya.
Saat ini air mulai surut. Dalam kunjungannya hari ini ke sejumlah desa di Kecamatan Sembakung, Bupati Nunukan selalu mengunjungi sekolah-sekolah yang terendam banjir. Kunjungan hari ini dimulai dari SD 001 Sembakung di Jalan Lapangan RT 02 Desa Atap. Saat banjir lalu, sekolah ini sempat terendam air hingga 30 sentimeter. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Desa Tagul, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit menggunakan speedboat dari Desa Atap, ibukota Kecamatan Sembakung. Terakhir, rombongan Bupati mengunjungi Desa Lubakan, desa yang mengalami banjir terparah. Di ketiga desa tersebut, Bupati mengunjungi sekolah dasar. Pada kesempatan tersebut, Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan kepada korban banjir.
Baca tanpa iklan