News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemutaran Film Warnai Bulan Bung Karno

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Cucu Presiden pertama RI Soekarno, Puan Maharani, memberikan sambutan dalam peringatan Bulan Bung Karno, di Hotel Indonesia Kempinksi, Jakarta, Rabu (6/6/2012). Bulan Juni diperingati sebagai bulannya Bung Karno karena di bulan ini Bung Karno merumuskan pemikirannya, yang kelak menjadi dasar kelahiran Pancasila.

TRIBUNNEWS.COM,  BANTUL - Peringatan bulan Bung Karno nampaknya masih menjadi kalender even spesial bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Partai berlambang kepala banteng dengan moncong putih ini, telah melakukan serangkaian acara sejak 1 Juni silam. Pada hari  Minggu (10/6/2012) ini DPC PDIP Bantul  akan menggelar pemutaran film tentang Bung Karno, dan dilanjutkan dengan acara sambung rasa antara kader PDI Perjuangan.

"Masyarakat diluar partai dan kalangan akademisi akan dilibatkan dalam acara ini, sebagai  upaya kami untuk mendekatkan pemikiran Bung Karno pada masyarakat. Melalui tayangan film, saya kira lebih efektif." ujar Panitia Pelaksana Bulan Bung Karno, Eko Julianto Nugroho Pada Tribun di sela-sela acara.

Eko menambahkan bulan Bung Karno merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar di masing-masing DPC PDIP se Indonesia. Untuk tahun ini, peringatan Bung Karno di DPC  PDIP Bantul juga dilakukan dengan diklat kader pratama, bagi pengurus PDIP di seluruh Kabupaten Bantul.

"Kegiatan diklat ini terpusat di dusun Jambean, Pajangan pada 11-13 Juni dengan mengundang para kader di eksekutif maupun legislatif seperti Bupati Bantul dan 11 anggota fraksi PDIP," terangnya.

Diklat ini  akan melibatkan 3 elemen, yakni partai PDIP sendiri, masyarakat dilibatkan sebagai pelaksana langsung, akademisi yang berisi sejumlah pakar dari UGM sebagai pemateri. Materi yang disampaikan meliputi landasan juang partai, keahlian khusus analisa sosial meliputi pemahaman hukum dan pemahaman teori ekonomi kerakyatan, dan ketiga medan juang tentang bahaya budaya korupsi dimasyarakat, lanjut Eko.

"Kegiatan diklat ditutup dengan wayang kulit dan ziarah ke makam Bung Karno di Blitar pada pada tanggal wafatnya bung karno 21 Juni," pungkasnya. (Tribun Jogja/Yud)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini