News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Nurul Menangis Jika Tidak Makan Obat Nyamuk

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Seorang bocah warga Kampung Pasirmuncang, Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, biasa memakan obat nyamuk.

Bahkan, sang bocah biasa makan sabun, minum air accu, dan minyak tanah. Tapi, kondisi kesehatannya terlihat tidak terganggu.

"Kelakuan anak saya, Nurul Huda (4), sudah diketahui sejak umur dua tahun,” kata Empol (35), ibu kandung Nurul saat ditemui di rumahnya, Rabu (4/7/2012).

Meskipun Nurul sudah beberapa kali makan dan minum sesuatu yang tidak seharusnya dikonsumsi, kata Empol, kondisi anaknya terlihat seperti biasa, tidak keracunan atau sakit.

Justru, jika tidak mengonsumsi barang tersebut, anak Empol terlihat lemas, bahkan menangis meminta obat nyamuk untuk dimakan, atau minum air accu.

Empol mengaku mengetahui keanehan anaknya, ketika air accu untuk peralatan mencari ikan ayah kandungnya, tiba-tiba diminum Nurul seperti minum air biasa.

Kemudian, Nurul diketahui suka makan obat nyamuk dan sabun, bahkan minum minyak tanah yang disimpan di rumah.

"Sejak usia dua tahun itu biasa makan yang aneh-aneh, tapi setelah makan anak saya tidak apa-apa, biasa saja," tuturnya.

Khawatir membahayakan kondisi kesehatan jika terus dibiarkan mengonsumsi barang-barang tersebut, orangtua Nurul akhirnya membawanya ke rumah sakit.

Melalui terapi oleh dokter dengan pemeriksaan secara rutin, ungkap Empol, anaknya beberapa hari belakangan sudah tidak mengonsumi barang berbahaya lagi.

"Selama pengobatan ini, saya sama semua tetangga terus mengawasi Nurul, takut secara sembunyi-sembunyi makan obat nyamuk atau sabun lagi," paparnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Banyuresmi Deden Kadarusman mengatakan, seorang anak yang mengonsumi barang berbahaya itu, sudah menjalani pengobatan di Puskesmas menggunakan layanan Jamkesmas.

"Tapi, kami selanjutnya akan merujuk Nurul ke rumah sakit, untuk mengetahui efek dari kebiasaan tidak normalnya itu," cetus Deden. (*)

BACA JUGA

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini